WAY KANAN, KabaRakyatsumsel.comRatusan masa aksi demo dari Kampung Gunung Sangkaran kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan, sambangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan, terkait komplik agraria dengan PT BMM. Di halaman pemkab setempat. Senin (27/2/2020).

Tiga tuntunan yang diminta yaitu : (1) Masyarakat Kampung Gunung sangkaran meminta kepada PT BMM untuk meninggalkan wilayah gunung sangkaran, (2) masyarakat Kampung Gunung sangkaran meminta kepada PT BMM Untuk menghentikan segala macam aktivitas, dan (3) usir dari Kampung Gunung sangkaran.

Koordinator aksi Eeng dalam orasi nya menyampaikan, Masa minta Pemkab Way Kanan dapat menyelesaikan Konflik agraria PT BMM dengan Masyarakat kampung Gunung sangkaran. Seperti di ketahui ratusan hektar wilayah kampung Gunung Sangakaran yang telah di kuasai dan di tanami PT BMM kelapa sawit. Tetapi hingga kini belum ada penyelesaian .

“Meskipun dasar hak wilayah mereka udah jelas .di lihat dari batas alam, keterangan tokoh, peta administrasi tahun 95, dan pemerintah Way Kanan teleh mengeluarkan Peraturan Bupati. (Perbub) No 17 tahun 2019, tentang batas wilayah tiga kampung, yakni Kampung Tanjung raja Giham, kampung segara Midar Dan kampung Gunung sangkaran, namun PT BMM tetap mengabaikan”. Kata Eeng.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Way kanan Saipul, mewakili pemerintah setempat dalam kesempatan tersebut, berjanji akan memfasilitasi pertemuan Antara Perwakilan Masyarakat Gunung sangkaran dan PT BMM untuk duduk bersama mencari penyelesaian masalah.

“Dalam waktu dekat pemkab way kanan akan penggil PT BMM untuk mencari solusi penyelesaian sengketa agraria ini”. Kata Saipul.

Masa aksi usai berorasi di sekertariat pemkab way kanan, sesuai rencana aksi  langsung menuju lokasi konflik untuk menduduki lahan wilayah mereka.

Dalam aksi masa ini, nampak puluhan personil Polisi dari polres way kanan berjaga demi keamanan selama proses aksi aman dan terkendali.

Posting Komentar