Ads (728x90)

>




PALI, KabaRakyatsumsel.com--Kejaksaan Negeri Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI) Menetapkan Mantan Kadisdik PALI, AH (inisial), sebagai tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi anggaran Dinas Pendidikan pada tahun 2017. 

"Dengan dua bukti yang telah ada , kami lakukan penahanan terhadap AH Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, Tindak yang dilakukan AH Di duga Mengelapkan uang ratusan juta rupiah pada anggaran Disdik PALI Tahun 2019 , tepat nya uang makan pegawai dan guru."Terang Marcos Simaremare SH MHum, Pada Konferensi Pers di ruang kantor  Kejari PALI, Senin (9/12).

Dijelaskan Marcos, Bahwa Penahanan terhadap AH  kurang lebih selama dua puluh hari Kedepan 

 "Tersangka dititipkan di Lapas kelas 2 B Muara Enim. Sebelumnya yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka beberapa hari lalu. Tersangka selama penyidikan bersikap kooperatif," tukas Kajari.

Jumlah kerugian negara disebutkan Kajari berjumlah Rp 573 juta.

"Keseluruhan memang ada sekitar Rp 700 juta lebih, tapi sebagian telah dikembalikan. Dengan rincian pengembalian tanggal 16 juli 2019 sebesar Rp 40 juta dan 1 Oktober 2019 sebesar Rp 160 juta, total ada Rp 200 juta. Dan beberapa hari lalu secara kooperatif tersangka memberikan uang, tepatnya tanggal 3 desember sebesar Rp 100 juta untuk barang bukti," jelasnya.

Sementara itu saat dibincangi Awak Media, AH Mengaku bahwa tindaknya salah, uang yang di duga digelapkan nya mencapai hingga ratusan juta rupiah. 

"Saya akui ini salah, uang tersebut  sebanyak 700 Juta dan sudah  saya kembalikan sebagian,kemudian untuk aturan hukum saya akan ikuti," tukas AH Saat hendak dibawa Ke Lapas Muara Enim. 

Dari pantauan media ini dilapangan, setelah beberapa saat diperiksa pihak Kejari, AH yang saat ini masih menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbang) PALI langsung dibawa ke Muara Enim untuk dititipkan di Lapas Muara Enim.(Sendi).

Posting Komentar