Ads (728x90)

>




Way Kanan,  KabaRakyatsumsel.com--Jerit hati dan harapan sebagian pemilik usaha kecil dan menengah, yaitu salah satu nya pemilik warung makan dan pengusaha tambal ban di jalan lintas tengah Sumatera (JALINSUM) ,  di akibat kan sepi nya lalu lalang armada batu bara di Jalinsum Tengah, minggu 22 /12 /2019. 

Akibat sepi nya armada Batubara, sangat memengaruhi usaha dan pendapatan warung makan dan tambal ban di seputaran Jalinsum Tengah,  selama setahun ini. 

Sebagaimana di ketahui Sejak 8 November 2018, Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Herman Deru, mencabut Pergub Sumsel No. 23 Tahun 2012 Tentang Transportasi Angkutan Batubara. Semua angkutan batubara yang melalui jalan umum di darat dilarang.

Lancar nya transportasi Batubara sangat meningkatkan roda perekonomian masyarakat ( supir, bengkel,  pengusaha warung makan dan tambal ban)  di seputaran Jalinsum. 

Pemilik warung makan di Jalinsum , Uni menyampaikan keluhan hatinya,  warung makan kami sepi sekarang, pendapatan berkurang,  sementara kebutuhan banyak, berharap segera berjalan nya lagi aktivitas transportasi angkutan BB ini,  ungkapnya 

Di tempat terpisah Rudi pemilik Tambal ban mengatakan,  saya sangat merindukan ramai nya transportasi angkutan batu bara sangat membantu usahanya.

"Saya bersama keluarga  dan kawan  seprofesi (Tambal ban) di Jalinsum,  berharap segera ramainya kembali angkutan tersebut di Jalinsum," aku Rudi. 

Di tambahkan juga oleh masyarakat yang rumah nya di seputaran Jalinsum,  sekaligus pemilik warung makan dan tambal ban Edi sukadi kepada awak media ini,  supaya kami sebagian masyarakat kecil yg menggantungkan  pendapatan dari mobil mobil expedisi dan batubara yg melintas di jalinsum tengah ini, memohon kepada gubernur lampung supaya bisa meminta kepada gubernur Sumatera Selatan (SUMSEL) agar bisa memperbolehkan angkutan batu bara bisa melalui jalinsum kembali,  harap nya. (ryuz)

Posting Komentar