MUBA, KabaRakyatsumsel.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sekayu, Ronaldo De Vinci Talesa, A.Md. IP., S.H., M.H. memenuhi undangan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia dengan kegiatan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Materi dan Metode melalui Dialektika Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Masa Depan Bangsa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2019 bertempat di Grand Ballroom Palma Hotel Courtyard Merriott Nusa Dua Kawasan Pariwisata Lot SW 1, Nusa Dua Bali.(04/11/19).

Adji Samekto (Deputi Bidang Pengkajian dan Materi) menjelaskan bahwa tujuan dari rapat koordinasi tersebut, di antaranya mengingatkan kembali pentingnya pengaruh nilai-nilai Pancasila dalam pelaksana kebijakan dan pelayan publik di lingkungan ASN. Terangnya.
“Pancasila tidak sekedar dihadirkan tataran mikro, tetapi lebih dari itu Pancasila hadir dalam tatatan kenegaraan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” ungkapnya. 

BPIP juga mendorong pendirian Klinik Pancasila di seluruh Lembaga Pemasyarakatan. Klinik Pancasila merupakan tempat Warga Binaan untuk berkonsultasi tentang kewarganegaraan dan mewujudkan potensi positif, sehingga siap menjadi warga negara yang baik berdasarkan Pancasila. Acara tersebut menghadirkan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah untuk mengisi pidato kunci dan serangkaian diskusi panel. Selain diikuti oleh para ASN Kemenkumham, BPIP, Pemprov Bali, dan diikuti oleh 664 UPT Pemasyarakatan seluruh Indonesia melalui video telekonferensi.

Bertempat di Aula Lapas Sekayu Kepala seksi Pembinaan Narapidana dan Anak didik (Perimansyah), Kepala Sub Bagian Tatausaha (Edho DS), Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemsyarakatan(Tarmizi) serta seluruh pegawai Lapas Selayu mengikuti acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Materi dan Metode melalui Dialektika Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Masa Depan Bangsa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2019 via teleconference menggunakan aplikasi Zoom.

Sementara Kalapas Sekayu Ronaldo mengungkapkan  selama ini Kita rutin melakukan pembinaan terhadap warga binaan melalui penanaman norma norma Pancasila. Tujuannya, agar kualitas warga binaan pemasyarakatan menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat. 

Kemudian sambungnya, warga binaan dibina agar menjadi insan yang patuh terhadap agamanya dan juga  dapat menghargai hak asasi manusia. "Menjadi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mencintai Tanah Air dan Nasionalis," pungkas Ronaldo. 
[humas lapas sekayu].(Redi.ril)

Post a Comment