BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Program Petani bangkit merupakan program prioritas Banyuasin Bangkit adil dan sejahtera. Bupati Banyuasin H Askolani bersama wakil Bupati Banyuasin H Slamet terus menggulirkan program program unggulan Banyuasin Bangkit tersebut.

Sesuai dengan janji politik pada saat kampanye lalu. Dimana didalam program petani bangkit terdapat target“ satu keluarga satu sapi” yang merupakan program unggulan guna memberdayakan masyarakat di Kabupaten Banyuasin. 

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan perusahaan perkebunan dan peternakan yang berusaha di wilayah Kabupaten Banyuasin. Keterlibatan multi stakeholder menjadi sangat penting didalam mewujudkan program ini. 

“Terutama memberdayakan masyarakat di sekitar peternakan yang terintegrasi dengan  perkebunan yang memiliki lahan konsesi di wilayah Kabupaten Banyuasin," jelas Kepala dinas Perkebunan dan peternakan Kabupaten Banyuasin Edil Fitriadi, Selasa (15/10).

“Ya pertemuan awal ini dihadiri oleh 15 perusahaan perkebunan dan peternakan di 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung Lago dan Kecamatan Talang Kelapa, dan dari sini kita telah memberikan pemahaman kepada mereka agar ikut terlibat aktif mewujudkan program ini melalui CSR (corporate social responsibility) yang wajib dilakukan oleh badan usaha diwilayah kabupaten banyuasin”lanjutnya.

Menyikapi hal ini Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim menjelaskan pada pertemuan ini bahwa, Bupati Banyuasin H Askolani telah memerintahkan OPD terkait dalam hal ini Bappeda Litbang selaku leading sector CSR, agar mengoptimalkan CSR didalam pembiayaan program program unggulan ini.

“Didalam mendukung CSR, kami telah menyusun RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) non APBD sebagai dasar program kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan di struktur APBD agar dapat dilaksanakan dengan berbagai skema pembiayaan non APBD yang salah satunya melalui program CSR ini," kata Erwin.

Dan kegiatan yang dituangkan pada RKPD non APBD ini jelas Erwin, akan kita paparkan kepada seluruh stake Holder agar bergotong royong bersama sama membangun infrastruktur dan masyarakat Kabupaten Banyuasin, Termasuk program “satu keluarga satu sapi.

"Ini dengan memberdayakan masyarakat melalui kelompok kelompok tani maupun masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. Kita sadari bahwa tingkat kemiskinan Kabupaten Banyuasin masih diatas 14% atau dengan kata lain dua digit," terang dia.

Kita perlu memperbanyak peluang pemberdayaan masyarakat guna Mensejahterakan perekonomian rakyat, antara lain sektor UMKM, Pariwisata, pertanian dan peternakan ini."Dan harapan kita ini nantinya dapat memberikan penurunan angka kemiskinan di kabupaten banyuasin. Sambutan dari perwakilan perusahaan yang hadir sangat baik serta akan mendukung program ini, lanjut Erwin.

Tentunya sebagai dasar hukum nya kami bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan dibawah koordinasi Sekretaris Daerah telah bersama sama menyusun Peraturan Bupati untuk mengatur tata kerja dan teknis pelaksanaan kegiatan ini.

"Sehingga kategori keluarga seperti apa yang akan menerima bantuan sapi tersebut berdasarkan kriterianya, terlebih lagi direncanakan tanggal 19-20 oktober nanti pihak peternakan sapi rumania didampingi kedutaan indonesia untuk Rumania akan berkunjung ke kabupaten banyuasin yang direncanakan melakukan MoU dibidang berbagi teknologi dan metode pengembangan sapi di kabupaten banyuasin,"ucap Erwin.

Kadis Bunnak Kabupaten Banyuasin Edil Fitriadi juga menjelaskan bahwa direncanakan tanggal 25 November 2019 nanti akan dilaksanakan forum CSR yang mengundang seluruh perusahaan dimana akan dipimpin lansung oleh bapak Bupati Banyuasin H Askolani. (Suharni)

Post a Comment