MUBA, KabaRakyatsumsel.com - Proyek Peningkatan Jalan Depati Senen Desa Tanah Abang menuju Desa Pinggap Kecamtan Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan diduga tidak sesuai RAB / Bestek

Kegiatan tersebut menggunakan Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Muba Tahun 2019 melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kab Musi Banyuasin

sebesar 1.922.620.000,- (Satu Milyar Sembilan Ratus Dua Puluh Dua Juta Enam Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) yang di Kerjakan CV, Tiga Serangkai sepanjang 1800 meter lebih kurang

Hal itu diungkapkan masyarakat desa pinggap yang meminta namanya jangan disebutkan dalam pemberitaan ini dengan alasan keselamatan dirinya minggu (29-9-2019)

Sepengetahuan saya proyek peningkatan jalan tersebut sampai kedesa pinggap dengan panjang 2 kilo meter tapi yang dikerjakan hanya 1800 meter.

Yang menjadi pertanyaan kami selaku masyarakat mengapa bisa kegiatan 2000 meter hanya dikerjakan 1800 meter artinya kurang 200 meter dari yang seharusnya dan yang menjadi pertanyaan kami kemana dana yang 200 meter tersebut.tanya sumber itu.

Sehingga kami menduga kuat kegiatan peningkatan jalan ini ada indikasi merugikan negara dengan mengurangi volume peningkatan badan jalan demi memperkaya diri sendiri.

Harapan saya kepada dinas PU.PR Selaku pengguna anggaran agar dapat bertindak tegas terhadap pihak perusahaan yang bekerja tidak sesuai rab/ bestek.ucapnya

Ditempat terpisah salah satu pengguna jalan yang sedang melintasi jalan tersebut menambahkan sepengetahuan saya peningkatan jalan ini sepanjang 2000 meter dan itu dari desa tanah abang sampai kedesa pinggap.ucapnya.

Dan kami selaku pengguna jalan sangat merasa tidak puas dengan kondisi jalan ini karena batu pengerasannya saja jarang jarang dan kami menduga pengerasannya juga diduga tidak sesuai rab / bestek.

Kalau sepengetahuan saya semestinya ketebalan batu pengerasan 10 centi tapi kalau kita lihat dengan kasat mata bahwa pengerasanya sangat tipis dan batu yang digunakan ada batu gunung ini pengerasan jenis apa.parahnya lagi pengerasannya diduga banyak bercampur tanah.ungkap sumber itu.

Secara tidak langsung masyarakat yang dirugikan dan negarapun ikut dirugikan.untuk itu kami berharap kepada pemerintah muba agar ditinjau ulang kegiatan tersebut.pintanya.

Sementara Pihak Instansi Terkait Belum Ada yang Dapat dimintai Keterangan. (Rdi)

Post a Comment