BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Setiap kelurahan pada 2019 ini sudah memiliki dana yang harus dikelola sendiri tanpa campur tangan instansi di atasnya. Pengelolaannya pun serupa dengan Alokasi Dana Desa (ADD). 

Pengelolaan dana kelirahan ini tertuang dalam Peraturan Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 130 Tahun 2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan.

Dana Kelurahan di Kabupaten Banyuasin, sebesar Rp 300 juta digelontorkan untuk masing-masing kelurahan se-Kabupaten Banyuasin.

“Sosialisasi penggunaan dananya sudah ditempuh. Kebijakan ini bagus bisa menekan kesenjangan pembangunan kota,” kata Lurah Satrio Rusdi, SH, saat di temui diruang kerjanya, Senin (05/08).

Menurut dia, dana itu hanya boleh diperuntukkan untuk pembangunan sarana dan prasarana atau pemberdayaan masyarakat di setiap kelurahan. Sehingga, para lurah perlu teliti memahami kebutuhan masyarakat.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi pintu agar para lurah lebih jeli menginventarisasi apa saja yang dibutuhkan setiap kelurahan agar tak menimbulkan polemik hukum di kemudian hari. “Semua ada konsekuensinya. Tapi kalau sesuai koridor pasti aman saja,” sambungnya.

Dikatakan dia, dengan direalisasikannya dana Kelurahan tahap ke satu yang 50%, pada tahun 2019 ini, allhamdulillah dengan melalalui keputusan rapat bersama masyarakat Kelurahan Satrio telah dapat membangun siring jalan dengan volume 300 M.

"Tahap pertama ini kita telah melaksanakan pembangunan siring jalan dengan volume 300 M. Dan pengerjaannya sudah selesai 100 % yang dikerjakan dengan cara swakelola," ungkap dia.

Dirinya juga menjelaskan bahwa nanti untuk tahap ke dua yang mana 30% akan dipergunakan untuk pemberdayaan. Dan pemberdayaan ini nanti akan ada empat kegiatan yakni sosialisasi keagamaan dan kelembagaan, pelatihan nyata jamur siram, pelatihan kamtibmas tentang penanggulangan bahaya karhutla dan keamanan serta kegiatan pengkaderan PKK dan Posyandu.

Sementara untuk yang 20% nanti akan kita pergunakan untuk fisik yakni pembangunan dua titik plat duiekr di jalan Krio Muesit/ bintang campak dengan volume 2X6 dan plat duiker di jalan Penggawe Akhim Rahman dengan volume 4 X 2," tutur dia.

Adanya dana kelurahan ini Lurah Rusdi sangat bersyuqukur karena dirinya bisa membangun wilayah Kelurahan Satrio yang dipimpinnya. Untuk itu dirinya berharap kepada pemerintah pusat agar kedepannya dapat menaikan lagi dana kelurahan.

"Kelurahan Satrio ini tidak seperti Kelurahan tengah kota, Pembangunannya masih belum optimal. Salah satunya di Kelurahan Satrio ini ada 30 titik wilayah RT yang belum mempunyai siring jalan dan bahkan jalan lingkungannya banyak belum ada coran," tandas dia. (Suharni)
Attachments area

Post a Comment