BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com- Jambore IV Kwartir Cabang Banyuasin dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-58 resmi dibuka oleh Bupati Banyuasin H Askolani, SH, MH dilapangan Kantor Bupati, Rabu (21/8) pukul 08.00 WIB.

Bupati Banyuasin Askolani bertindak sebagai pembina upacara. Sedangkan Endri Yani, SP selaku Perwira Upacara dan Putri Sandra Kyrana sebagai Pemimpin Upacara.

Upacara dihadiri oleh Kwarda Sumsel Mukti Sulaiman, Wakil Ketua DPRD Heryadi, Kapolres AKBP Danny Sianipar, Dandim 0430 Alpian dan Ketua TP PKK dr Sri Fitriyanti, Sekda H M Yusuf, ribuan pelajar pramuka SMA, SMP dan SD se Kabupaten Banyuasin.

Ketua Panitia pelaksana Drs H M Yusuf menyampaikan Jambore IV Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Banyuasin dilaksanakan setiap 5 tahun sekali yang merupakan program kerja Kwarcab Pramuka.

Jambore ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian, kepemimpinan, ketrampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka pengalang serta memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan kode kehormatan Pramuka yaitu Tri Satya dan Dasa Darma.

“Adapun jumlah peserta 602 orang terdiri setiap kwartir ranting mengirim 1 regu putra dan 1 regu putri masing-masing beranggotakan 8 orang pramuka pengalang dan pembina. Ada 3 kegiatan yakni kegiatan rutin perkemahan, kegiatan rotasi, kegiatan non rotasi,”ujar M Yusuf dalam laporannya.

Bupati Banyuasin H Askolani mengatakan bahwa Pemkab sudah memberikan perhatian terhadap Pramuka, diantaranya tempat bumi perkemahan di Hutan Kemampo. Namun ini perlu perbaikan dan pembenahan lagi.

Pihaknya menyuport kegiatan-kegiatan Pramuka baik secara nasional maupun secara regional yang dianggarkan melalui pada APBD. Juga kegiatan pramuka baik kegiatan rutin maupun kegiatan inovasi baru

"Saya berharap Pramuka semangat lagi lebih energi seperti disampaikan pidato dari bapak Ketua Budi Waseso bahwa kedepan ada perbaikan dari pakaian, atribut dan semuanya harus ada ada pembaharuan dalam rangka untuk menyemangati Pramuka secara nasional,”katanya.

Karena Pramuka ini, menurutnya sangat penting sekali untuk membangun pembentukan karakter, jiwa patriotik, jiwa disiplin, jiwa menolong dan jiwa Satria.

“Jadi pembentukan karakter anak bangsa ini salah satu untuk mengantisipasi terjadinya KKN itu dalam membentuk karakter yang kedua menghindari hal-hal negatif seperti narkoba dari permukaan Jadi banyak sekali manfaat apa yang didapatkan di sini,”pungkasnya. (Suharni)

Post a Comment