BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Dalam mengantisipasi karhutla, tim satgas Posko terpadu 06 Air Kumbang, terus meningkatkan Patroli . Dan Ptroli kali ini di laksanakan di wilayah Desa Nusa Makmur, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Minggu (18/08).

Pelaksana Patroli yakni Doli kristiawan (BPBD), Hedi Gumara (BPBD), Ahmad Riva'i Arif (BPBD),
Bripka Syafrizal (POLRI), Serka Rulli Andeni (TNI), Freddy, Gusman (MA) M. Diki Ramadani (MPA) dan Agus Junedi (DPA)

Kondisi cuaca saat ini di Desa Nusa Makmur dimana Suhu : 28 °C, Kelembaban : 79 %, Hujan : 0,0 mm, Angin : 8 Kph dan keadaan cuaca pada Pagi cerah berawan, siang cerah berawan dan sore serah berawan.

Kondiai terkini di Desa Nusa Makmur Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin
yang mana areal rawan terbakar dengan Koordinat : S : 02.94479° dan E : 105.04971°. Vegetasi : Semak Belukar, Ilalang, gelam, pakis dan Senduduk

"Kemudian kondisi kadar air bahan bakar : Tinggi. Jenis Tanah : Mineral. Kedalaman Gambut : -
Sumber Air : -.  Konsentrasi Penduduk : Jarang. Aktivitas Masyarakat : Bertani. Status Lahan : Milik Masyarakat. Luas Lahan : ± 1 Ha dan Potensi Kebakaran : Rendah serta groundcheck hotspot nihil juga pemadaman nihil," kata Kapolsek Air Kumbang AKP Gunawan Sahferi, SH saat dikonfirmasi, Senin (19/08).

Menurut Kapolsek, tim satgas melakukan sosialisasi tentang dampak dan bahaya yang ditimbulkan akibat KARHUTLA, serta larangan membuka lahan dengan cara membakar kepada Bpk. Iin dan Bpk. Kardi Warga Desa Nusa Makmur Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Juga melakukan sosialisasi pencegahan dengan Koordinat :
S : 02.94480° dan E : 105.04801°
tentang dampak dan bahaya yang ditimbulkan akibat KARHUTLA, serta larangan membuka lahan dengan cara membakar kepada Bpk. Heru warga Desa Nusa Makmur Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

 "Tim melakukan briefing sebelum berangkat ke lokasi patroli ke Desa Nusa Makmur Kecamatan Air Kumbang. Kemudian melakukan sosialisasi serta pemahaman tentang KARHUTLA dan pembukaan lahan dengan cara tidak dibakar.

Tak lupa lanjut dia,  tim pun memberikan alternatif bahwa membuka lahan pertanian tidak harus dibakar tapi bisa dilakukan dengan pengolahan lahan tanpa bakar (PLTB) dengan cara sisa dari ranting, daun, dapat dijadikan pupuk kompos yang bisa dipakai/digunakan untuk kebun sendiri.

"Sehingga dapat menghemat biaya pertanian. 
Bahkan sisa dari potongan kayu dapat digunakan untuk pembuatan cuka kayu dan briket arang sehingga dapat bermanfaat bagi diri kita sendiri, dan bisa dijadikan mata pencarian warga untuk menambah penghasilan di dalam keluarga," ujar dia.

Kondisi wilayah Desa Nusa Makmur sekarang memasuki musim kemarau dan setelah dilakukan uji remas serasa terlihat kadar air bahan bakar sudah mulai mengering dan ketinggian muka air sudah jauh drastis menurun dan banyak juga areal rawan tidak memiliki sumber air.

"Warga Desa Nusa Makmur sangat mendukung pencegahan KARHUTLA. Dan mereka tahu bahwa dampak dari KARHUTLA dapat merugikan kesehatan serta dapat mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. Dan mereka memahami apa yang telah disampaikan oleh Tim. Kemudian mereka juga akan menyampaikan kembali pesan yang telah mereka terima dari Tim kepada tetangga, teman, dan sanak keluarga yang lainnya," pungkas dia. (Suharni)

Post a Comment