MUBA,  Kabarakyatsumsel.com – Belumlah sirna dari ingatan paska yang dialami Rozali warga Keban 1 yang proses perkaranya sedang berjalan hanya menunggu keputusan pihak pengadilan saja, namun masih ada juga warga Keban 1 yang nekat ingin menggelar pesta malam dalam acarah resepsi anak nya walaupun harus megalabui petugas.

Kesempatan ini juga tidak di sia-siakan oleh tim gabungan Formompimcam Sanga Deda dan tim gabungan dari Kabupaten yang terdiri Satpol pp, Polri dan TNI dengan besaran personil berkisar 150 personil,

Rabu (3-7) tepatnya pada pukul 19.00. Wib tim gabungan sudah berada di Desa Keban 1 dan suasana  berubah menjadi tegang namun masih bisa dikendalikan karena pihak keamanan tidak terpancing dengan situasi itu, meskipun warga sempat menghidupkan pengeras surah namun masih bisa dikendalikan.

Soipul hajat Romsan (50) saat dihadiri dalam Forum yang bertempat dirumah Kepala Desa Romsam bersih keras tetap ingin membuka pesta meskipun apapun resikonya saya siap menanggung resikonya dan Saya mengadakan Pesta ini untuk membayar niat saya. Karena sudah dua orang anak saya menikah, baru kali ini mau pesta apalagi saya sampai jual kebun untuk mengadakan resepsi pernikahan siang-malam ini. Jadi saya mohon untuk malam ini, bisa diizinkan, meski tidak diizinkan saya tetap akan mengadakan dan saya siap menanggung segala resiko serta sanksi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Camat Sanga Desa Suganda, AP.,M.Si mengatakan bahwa Pesta Malam tetap tidak bisa dilaksanakan apapun alasannya, karena untuk Pesta Rakyat itu hanya dibatasi hingga pukul lima sore dan itu diatur dalam Perda Muba Nomor 2 Tahun 2018.

“ lebih lanjut Suganda menambakan, walau bagaimana pun pak tetap tidak boleh. Lagi pula beberapa waktu lalu saat bapak kita panggil ke Kecamatan sudah sepakat untuk tidak menggelar Pesta di malam hari, bahkan itu dinyatakan dengan surat pernyataan diatas Materai,” tegas Suganda.

Hal senada juga di ungkapkan Kapolsek Sanga Desa IPTU Beni Okimu, SH bahwa Pesta Malam dilarang oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, itu bertujuan untuk melindungi generasi dan  masyarakat itu sendiri.

“Karena menurut Beni dampak Pesta Malam ini lebih banyak negatif ketimbang baiknya, positip nya. Apalagi pada saat di gelarnya pesta malam sering terjadi keributan dan peredaran miras,  Narkotika ini menjamur pada saat digelarnya pesta malam mari kita lindungi generasi kita kedepannya,”  himbau Beni.

Kepala Satpol PP Muba Jhoni Martohonan, AP.,MM melalui Sekretaris Satpol PP Firman Hirawan, S.Sos.,M.Si menegaskan bahwa jika pesta malam tetap digelar maka pihaknya juga akan mengambil langkah tegas dengan mengangkut alat musik yang ada.

“Kalau pesta malam ini tetap dilakukan, maka mohon maaf pak, kami juga akan melakukan tindakan tegas dengan mengangkut alat musik yang ada. Selain itu yang namanya pelanggaran itu nantinya juga ada sanksi yang harus diterima, ” tuturnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa dari beberapa kejadian Pesta Malam di Keban 1 selama beberapa bulan terakhir itu semuanya juga sudah dilakukan proses penindakan.

“Semuanya juga kita tindak dan kita proses, bahkan Pesta Malam pada 9 Juni 2019 lalu yang dilaksanakan oleh pak Rozali, itu perkaranya segera akan naik ke persidangan,” tegasnya.

Selepas pendekatan secara persuasif oleh petugas, suasana di lokasi menjadi kondusif meskipun sempat beberapa kali memanas.  Dengan beberapa kali musik diputar melalui pengeras suara, untuk memancing petugas mengambil tindakan. Beruntungnya petugas gabungan tidak mudah terpancing emosi, hingga para personil kembali mundur sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun setelah para petugas dan tim gabungan pulang, Romsam selaku sohibul hajat tepat pada pukul 23..30. Wib memerintakan kru musik untuk dapat bermain hingga sampai pukul 4.00 Subuh Wib.(Tim)

Post a Comment