Kayu Agung, KabaRakyatsumsel.com--- Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk bervalensi menurunkan stunting, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering ilir(OKI) menyambut baik program tersebut.Dengan kegiatan rembuk stunting yang digelar digedung Kesenian Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir(OKI), Selasa(9/7/2019).

Wakil Bupati OKI HM Djakfar Shodiq mengatakan, Dari 160 kabupaten  ikut dalam program percepatan penurunan stunting, hampir 9 Juta anak atau 1/3 anak gagal tumbuh/stunting.

"Dengan cara terpadu dan terkoordinir menyasar anak terkena stunting. Intervensi meliputi kecukupan asupan gisi, dan intervensi mencakupi kesadaran akses pelayanan gisi, penyedian air bersih dan sarana sanitasi akan lebih efektif bila dilakukan secara komfrehensif,"ujarnya.

Ditambahkannya, Kabupaten OKI telah melakukan tahap awal, tentang pembentukan koordinasi penanggungan intervensi stunting,  imflementasi perubahan perilaku masyarakat OKI, Upaya percepatan pencegahan dilakukan delapan aksi.
"saya mengajak semua pihak dalam mendukung dengan segala upaya yang maksimal dalam mewujudkan OKI bebas stunting. Bisa dilakukan secara ilmiah dari sudut agama, stunting ini harus disosialisasikan dan disampaikan didesa masing masing. Sehingga bisa dituntaskan sesuai harapan Pemerintah,"harapnya.

Kadis Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesti Diana Mkes, menambahkan, sehat itu sehat jasmani rohani, sandang, pangan, ekonomi dan sosial. Dalam penanggulangan stunting, semua opd terkait terlibat harus ikut serta.

" Ini tidak hanya perjuangan Dinas Kesehatan. Untuk Kabupaten OKI sudah sangat nyambung,"urainya.
Dikatakannya, saat hamil sejak awal harus sehat. Perlu inovasi-inovasi. bagaimana menurunkan anak stunting harus diawasi. Yang utama temukan ibu hamil. Penanggung jawab terdepan adalah puskesmas.
"Jangan ada warga yang tertinggal. Kita kawal, berikan program yang baik,"harapnya.
Ir. Dodi Iswardi Direktur Gisi Kemasyarakatan Menkes mengatakan untuk mendapatkan generasi yang berkualitas perbaiki pola asuh pola makan.

"Setiap organ tubuh mempunyai masa kritis kehidupan. Ibu hamil setelah men berhenti. Delapan minggu padahal  sebelumnya sembarang makan. Pengaruh gisi ini menghambat pertumbuhan janin,"ujarnya.
Jadi artinya sangat sensitif terhadap asupan makan. Akibatnya jangka panjang satu bagian tubuh  ke bagian yang lain. Sehingga kapasital pankreas kita hanya sampai 12/15 tahun sehingga anak kena penyakit kronis.

HM Lubis Kadinkes OKI mengatakan dengan rembuk stunting kita tingkatkan kualitas sumber daya manusia yangbsehat cerdas dan berprestasi.

"Tujuan menyampaikan hasil analisa.
Mendeklarasikan komitmen daerah dan penurunan stunting terintegrasi,"pungkasnya. San

Post a Comment