BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Para OPD dilingkungan Pemkab Banyuasin terkesan santai dalam melaksanakan tupoksinya sehingga lupa mendaftarkan proyek baik yang bersumber dari APBN maupun APBD Banyuasin tahun anggaran 2019.

Terbukti hingga saat ini dari 180 paket sudah dianggarkan terdapat 90 paket yang telah ditenderkan. Hal ini dikhawatirkan keterlambatan itu akan menyebabkan proyek dibatalkan terutama proyek DAK.

Bupati Banyuasin H Askolani mengakui hal itu, adanya keterlambatan dalam lelang proyek. Oleh karena diminta kepada para OPD terkait untuk segera mempercepat proses tender proyek tersebut.

Memang keterlambatan ini menurutnya pihak OPD adanya kesulitan dan terjadi kesalahan teknis sehingga tidak selesai dengan waktu yang diharapkan.

“Proyek ini jangan terlambat karena sangat dibutuhkan masyarakat seharusnya tender sudah selesai. Saya sudah peringatkan hal itu kepada para seluruh OPD terkait,”ujar Askolani usai paripurna agenda Raperda RTRW, Kamis (11/7).

Dirinya yakin pada bulan Juli ini seluruh tender proyek selesai seratus persen. Jika sampai ada yang tidak ditenderkan para OPD terkait akan diberikan sanksi.”Kalau tidak selesai tender para OPD akan dievaluasi,”tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Banyuasin Jupriyanto meminta kepada para OPD terkait untuk bekerja lebih maksimal dan jangan sampai kebutuhan masyarakat ini diabaikan akibatnya nanti akan fatal.

Dirinya minta para OPD terkait mendukung program kerja Bupati dengan Motto Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas supaya apa yang ditargetkan dapat tercapai.

“Para OPD harus semangat lagi dalam bekerja karena banyak tugas yang dihadapi kedepan. Kita mengingkan mempercepat pembangunan di Kabupaten Banyuasin,”katanya (Adm)

Post a Comment