BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com- Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin dr Fitriyanti Askolani membuka Seminar Peringatan Hari Anak Nasional dengan tema Peran Guru dalam penggunaan Gadget secara positif bagi anak didik di era digital di OPI Mall Kelurahan Jakabaring Selatan Kabupaten Banyuasin, Senin (29/07).

Dokter Fitri menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberi perlindungan pada anak."Hari ini anak-anak tidak semua termonitor secara baik bagaimana mereka mengakses gadget. Orang tua banyak yang tidak terkonfirmasi apa yang diakses anak-anaknya. Mungkin sibuk bahkan mungkin tidak tau alias gaptek," kata Fitri

Oleh sebab itu, kata Fitri, perlindungan atas apa yang dilakukan anak-anak mulai dengan aktivitas dengan gadgetnya, aktivitas di dunia siber, aktivitas di dunia maya harus menjadi perhatian orang tua. 

"Ini menjadi peringatan bagi orang tua, bahwa anak-anak tidak bisa diserahkan pada alam. Harus dididik, dibina, dan dibimbing. Di sekolah, guru adalah wakil orang tua di sekolah, maka di sekolah saya harap tidak hanya transfer of knowledge (transfer pengetahuan) tapi juga transfer of attitude (transfer perilaku)," kata lulusan Kedokteran Unsri ini.

Dikatakan Fitri, Pengetahuan dirinya bahwa Sejarah PAUD ini di dirikan pada tahun 1840 oleh frobel dengan mendirikan lembaga yang bernama kindergarten (taman anak) , frobel mengatakan Anak-anak usia dini di ilustrasikan sebagai tunas tumbuh-tumbuhan yang memerlukan pemeliharan dan perhatian dari ‘Juru Tanam.

Dari ilustrasi yang diberikan oleh Frobel, dapat kita simpulkan bahwa sang juru tanam mempunyai peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tunas tumbuh-tumbuhan. Begitu juga pertumbuhan dan perkembangan anak-akan usia dini yang sangat membutuhkan peran sang pendidik.

"Saya sangat mendukung dengan di adakan acara seminar ini dapat memberi ilmu pengetahuan tidak hanya pada guru ,tapi kita sebagai orang tua ,bahwa penting untuk mendampingi anak dalam menggunakan gadget ,dampak positif dari gadget bisa menjadi tempat pembelajaran," kata dia.

Penggunaan gadget dalam pembelajaran sebagai penerapan dari penggunaan salah satu media pembelajaran diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih aktif, efektif, menyenangkan sebagaimana prinsip dalam pembelajaran bahwa belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan. 

"Dan dengan pemanfaatan gadget, diharapkan baik guru maupun siswa dalam mengetahui penerapan dan teknologi informasi dan komunikasi ditengah tuntutan zaman yang semakin canggih, sehingga tidak mengalami gagap teknologi," ungkap dia.

"Tidak dipungkuri bahwa gadget juga memiliki dampak negatif ,seperti konten bulying dan game-game yang dapat membuat anak-anak menjadi addicted dan akhirnya anak menjadi malas untuk belajar. Jadi sebagai guru dan orang tua saya harap  teruss dampingi dan bimbing anak-anak kita karena mereka adalah bibiit calon penerus bangsa, "harapnya. (Suharni)

Posting Komentar