MUBA, Kabarakyatsumsel.com - Program Sekolah Gratis yang dicanangkan Pemerintah Musi Banyuasin sejak kepemimpinan H.Alex Nurdin sampai kepemimpinan Dodi Reza Alex Nurdin sepertinya saat ini sudah Tercoreng oleh oknum pihak Sekolah 

seperti yang terjadi disekolah Menengah Pertama Negeri 2 (SMPN 2) Sekayu yang berlokasikan dijalan merdeka lingkungan 1 (LK.Satu) Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Diduga Telah Melakukan Pungutan Liar Kepada Siswa Siswi Sebesar Rp,200,000.- (Dua Ratus Ribu Rupiah) Sementara siswa yang ada disekolah itu berkisar  500 (Lima Ratus) murid.Dengan dali Rapat Komite Sekolah.

Menurut imformasi yang dapat dihumpun media ini dilapangan. uang pungutan itu Guna Untuk pembelian sarana prasarana sekolah seperti Komputer.Mesin Genset dan Perbaikan lahan Sekolah.

Salah satu yang mewakili Wali Murid meminta namanya dirahasiakan karena takut keselamatan anaknya terancam.Dia mengatakan kami selaku wali murid sangat kebertan dengan adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah.

kalau bagi orang yang mampu mungkin tidak masalah. Namun bagi kami merasa berat karena sebelumnya kami sudah mengumpulkan uang untuk pembelian baju disekolah senilai.rp.1.000.000.-(satu juta rupiah)

Lebih lanjut sumber tadi menambahkan pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah itu pada saat rapat komite beberapa waktu lalu 

Dan ditetapkan oleh pihak komite sebesar rp.200 ribu rupiah persiswa dan semua harus mensetujui kepusan rapat tersebut guna untuk Biaya Pembelian Komputer sebagai alat untuk Ujian Berbasis Komputer (UNBK), Mesin Genset Sebagai Persiapan Jika Mati Lampu Saat Ujian Berlangsung dan Penimbunan Lahan Sekolah agar bebas banjir.

sumber itu menambahkan sepengetahuan kami Sekolah Tersebut sudah mendapatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)  akan Tetapi tetap saja ada Pungutan Di Sekolah.ironisnya lagi kami selaku wali murid tidak melihat adanya papan imformasi tentang penggunaan dana bos disekolah itu.

Parahnya Lagi Pihak Sekolah Mengancam Siswa Jika Sampai tanggal 17/06/2019 Siswa tidak membayar uang tersebut maka siswa tidak diberikan nomor ujian.

dia mengharapkan kepada pihak instansi terkait dapat turun kelapangan guna mengkroscek dan dapat menindak tegas adanya pungutan yang ada disekolah itu.tutupnya

Sementara kepala sekolah SMPN 2 Marwiya Saat dikomfirmasi Melalui pesan singkat belum ada jawaban.sampai berita ini diturunkan.

Hal senada terjadi juga pada kepala dinas pendidikan nasional  kab muba.Musni begitu di komfirmasi melalui pesan Wahtsap belum ada tanggapan sampai berita ini diunggah masih tidak ada komentar  (Rdi/Tim)

Post a Comment