BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com --  Karena Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Banyuasin sekarang yakni Mulyadi Tajirin, SH tidak bisa mencalonkan lagi karena ad/ art hipmi tidak boleh nyalon 2 periode, maka kini Hipni Banyuasin akan segerah melakukan pemilihan ketua yang baru.

Sedangkan sekretaris hipmi Banyuasin H. Ahmad Tahir ,S.Ag. terkendala masalah umur lebih dari 35 tahun, jadi yang berpeluang besar saat ini ialah bendahara hipmi yakni Periadi, SE, kandidat terkuat Calon Ketua Hipmi Banyuasin untuk siap meminpin hipmi Banyuasin periode 2019 - 2022

Periadi ingin menjadikan Hipmi sebagai organisasi pengusaha muda terdepan dan modern melalui strategi implementasi teknologi digital dengan semangat "Hipmi Milik Kita Semua".Siap memperjuangkan wadah para pengusaha dan merangkul seluruh golongqn pengusaha ,dari pelaku UMKM ,pengusaha karet ,sawit dan kontraktor dan lain - lain.

Sementara itu, misinya ingin meningkatkan sinergi antara anggota Hipmi, meningkatkan kerja sama antara Hipmi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Swasta, dan menciptakan pengusaha-pengusaha muda baru di Banyuasin.

"Saya sudah tiga tahun menjadi anggota Hipmi yakni 2016 - 2019, saya pernah merasakan menjadi pengurus di departemen, menjadi bendahara, selanjutnya saya ingin mengabdi di organisasi ini dengan menjadi ketua Hipmi Banyuasin," kata Periadi saat dibincangi media ini, Sabtu (01/06).

Periadi mengatakan, sebelum maju menjadi Calon Ketua Hipmi Banyuasin, dirinya ingin meluncurkan sebuah aplikasi yang bisa mengakomodir semua anggota Hipmi dan bisnisnya apa yang dijalankan. Dengan aplikasi tersebut, dia berharap bisa meningkatkan usaha anggota, memaksimalkan kerja sama antara anggota.

"Alat digital ini nanti, dapat menjadi alat yang memaksimalkan dan mensinergikan usaha antara anggota. Mereka harus mendaftar terlebih dahulu selanjutnya akan mendapatkan privilege club,” ujar dia.

Periadi menyebutkan 7 program kerja prioritas jika terpilih antara lain, aplikasi jaya connect, pendirian 20 Hipmi PT, bussiness matching, kerja sama pembiayaan dari bank dan lembaga non-bank, meningkatkan peran Hipmi Banyuasin sebagai mitra strategis Pemkab Banyuasin, program 100 hari kerja dan sinergitas Hipmi dengan BPC wilayah.

"Selebihnya visi dan misi saya ialah melalui kampus-kampus kita akan mensosialisasikan entrepreneurship, sehingga mereka yang tadinya ingin menjadi karyawan tertarik untuk menjadi pengusaha,” tandas dia.

Lebih lanjut, Periadi mengatakan pihaknya akan menyebarkan virus-virus kepada setiap orang agar mau menjadi pengusaha. Sehingga nantinya bisa memenuhi jumlah keinginan pemerintah agar 7 persen dari jumlah penduduk Banyuasin adalah pengusaha sehingga bisa menumbuhkan ekonomi kita.

"Sekarang kan cuma kurang lebih 3 persen. Sebenarnya gampang mau jadi pengusaha melalui sosial media seperti Instagram, Facebook dengan memanfaatkan teknologi itu murah dan juga memotong cost dan efisiensi besar-besaran,” tutup dia (Adm).

Post a Comment