PALI, KabaRakyatsumsel.com- Menghadapi musim kemarau pada bulan Juli 2019, Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPD) Provinsi Sumsel telah mengeluarkan program secara nasional untuk mengatasi karhutla. Hal ini dikatakan Junaidi Anuar Kepala BPBD PALI, diruang kerjanya Rabu (26/6)

"Program ini kita menerjunkan langsung Pihak TNI, Polri, BPBD dan masyarakat Desa,di 9 kabupaten/Kota, PALI Termasuk salah satu kabupaten yang rawan bencana karhtula, dan nanti akan ada 5 desa yang ditempatkan team karhutla," terang Junaidi.

Menurutnya, BPBD kemarin telah melakukan melakukan penjajakan kedesa yang akan ditempatkan team karhutla dan dibantu Koramil Talang Ubi.

 "Usai penjajakan kita akan menempatkan team di Desa Tempirai, Desa Betung, Desa Perambatan dan Desa Pengabuan. Sedangkan Desa Tanah Abang untuk kategori rawan bencana tidak ada, jadi kami alihkan kedesa yang benar-benar rawan bencana karhutla," lanjutnya.

Team terpadu ini terdiri dari TNI/Polri, BPBD dan masyarakat desa akan melaksanakan tugas selama kurang lebih tiga sampai empat bulan.

"Kemarau diprediksi pada awal Juli dan pada bulan ini sudah ditugaskan kedesa rawan bencana karhutla dan selama tiga bulan akan menjaga dan mengantisipasi karhutla apabila ada titik api dan secepatnya akan turun kelapangan," kata Junaidi. Disetiap Kecamatan semaksimal mungkin akan terwakili team Karhutla. Team ini juga akan diberikan binaan mental dan fisik selama dua hari. Hal ini dikatakan Junaidi lagi, agar bermanfaat saat dilokasi bencana dan lokasi pelatihan ditempatkan di kantor Pemkab PALI.(sendi)


Post a Comment