PALI, Kabarakyatsumsel.com, Didalam Peraturan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang ilir(PALI), yang ditetapkan oleh Pemerintah pusat, jelang hari raya idul Fitri 1140 Hijriah, staf Aparatur Sipil Negara(ASN) dan Tenaga kerja suka Rela(TKS) , diberikan hari libur selama 11 Hari,lebih dari 11 hari akan dikenakan sanksi, selasa (28/5/2019).

Bupati PALI, melalui Sekertaris Daerah PALI, Syahron Nazil, mengatakan  libur dimulai dari tanggal 30 Mei sebelum lebaran dan masuk kembali tanggal 10 Juni usai lebaran.

"Itu tentu waktu yang lumayan panjang untuk kalian menunaikan hari raya, baik didalam maupun diluar PALI dan setelah waktu masuk kerja kembali diharapkan ASN dan TKS jangan ada yang menambah jadwal liburnya. Jika ada kita akan beri sanksi tegas, serta tidak akan kita diberikan uang TPP(Tunjangan Penghasilan Pegawai), kecuali ada yang minta izin dengan alasan yang jelas, contohnya terjadi  kecelakaan, atau ada orang tua nya yang meninggal dunia,itu tidak kami berikan sanksi," jelas Syahron.

Syahron Nazil juga menjelaskan bahwa tidak semua kepala OPD yang mudik
"Ada yang jaga dipali bagian yang piket, untuk tiap hari nya ada 3 Kepala OPD selama masa libur yang dimulai tanggal 1 juni, sampai dengan 9  juni.

" Itu sudah kita atur jadwal nya, karena perintah bupati, di PALI  ini harus ada yang jaga bahkan yang khusus untuk menjaga tiap harinya yaitu Dishub, Satpol pp, Damkar, BPBD, dan juga nanti kita akan tambahkankan Dinkes juga. Sedangkan kepala OPD lain nya secara bergantian  menjaga PALI selama hari libur ini," tandasnya.
(Sendi)

Post a Comment