BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com ---  Satpol PP, Penyelamat dan Damkar Banyuasin, terus rutin melakukan razia untuk  membasmi penyakit masyarakat (Pekat) di sepanjang jalan lintas timur Banyuasin.

Razia ini selain untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Banyuasin dalam melaksanakan Ibadah Puasa, juga sekaligus untuk mendukung program Bupati Banyuasin yang religius

Pada razia yang ke tiga kalinya ini Satpol PP, Penyelamat dan Damkar Banyuasin berhasil menyita 7 Drijen dan
satu buah Ember tuak. Adapun barang-barang tersebut selain di musnahkan juga disita untuk di jadikan Barang Bukti.

Kasat Pol PP, Penyelamat dan Damkar Banyuasin Drs. H. Indra Hadi, M.Si di damping Kepala Bidang Penegakan Perdah Abdul Aziz Abdullah, SH., M.Si menerangkan, Razia penyakit masyarakat tersebut tidak hanya dilakukan selama bulan ramdhan saja namun dirinya akan semaksimal mungkin mengadakan razia ini sebanyak dua sampai tiga kali dalam satu bulan.

"Sebulan 3 kali kita akan adakan raziah, dalam rangka mendukung program Banyuasin religius. Adapun hasil rahzia di warung-warung tuak kita sita 7 drijen dan  1 ember tuak yang nantinya akan di musnahkan dan kita jadikan sebagai barang Bukti'' terangnya kepada wartawan, Sabtu (19/05) seusai raziah.

lanjut dia, untuk malam ketiga ini razia ini dengan sasaran warung-warung penjual tuak dan panti pijat di sepanjang jalan lintas Banyuasin hingga ke Kecamatan Betung yang diduga ada esek-eseknya.

"Untuk warung penjual minuman tuak  ada empat warung yang kita raziah dan untuk  panti pijat  ada satu panti pijat yang di duga ada porstitusinya yang ada di  Desa Bukit Kecamtan Betung," ungkap dia. 

"Semuanya kita panggil kekantor termasuk sepasang wanita yang berstatus panti pijat dan pemilik usahanya kita panggil untuk dilakukan pembinaan,'' terangnya (Adm)

Post a Comment