Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Belasan security yang berkerja di PT. Bintang Agung Persada (BAP) yang bergerak di bidang pengolahan karet yang beralamat di jln. Tanjung Api - Api (TAA) Desa Karang Anyar  Kecamatan Sumber Marga Telang (SMT) mengeluhakan atas tindakan pihak menegement perusahaan yang dianggap merugikan karena diberi dua pilihan, menjadi Security Outsourcing atau menjadi karyawan pabrik.
 
"Ada 17 orang Security yang sudah menjadi karyawan tetap PT. BAP namun terkesan dipaksakan harus memilih tetap menjadi security namun kontrak (Outsourcing) atau menjadi karyawan pabrik kata Muhtaridi (37) kepada media ini, Kamis (16/05), yang saat ini masih menjadi security aktif di PT. BAP.," kata dia.

Jelas kami 17 orang security la janjut dia, menolak kalau harus masuk menjadi security kontrak atau tetap jadi karyawan tetap namun ditempatkan di pabrik, kenapa karena bukan keahlian kita disitu.

"Kebijakan ini merugikan sekali, Ilmu standar pengamanan yang di buktikan dengan sertifikat pelatihan sebagai security yang diharuskan dimiliki oleh setiap Security menjadi sia-sia sementara untuk mendapatkannya tidak mudah," jelas dia. 

Senada diutarakan Ahmad Sucipto (35) yang namanya juga masuk dalam daftar ke 17 security yang juga diberi dua pilihan ini, menyayangkan kebijakan perusahaan seakan - akan memaksakan security tetap menjadi security kontrak.

"Kami di tawari uang dua juta rupiah kalau beresedia jadi karyawan pabrik (Produksi) atau security kontrak, etah uang apalah namanya, kami tolak. Kalau pun harus di PHK kami siap tetapi kalau harus menjadi security kontrak tentu menolak, apalagi harus menjadi karyawan pabrik sangat tidak mungkin olehnya tidak sesuai ilmu yang kami dapat dari pelatihan security," keluh dia.

Disinyalir masuknya PT. Macan Putih yang bergerak dibidang tenaga kontrak khusus tenaga security ke PT. BAP didugaan ada keterlibatan oknum anggota Polisi yang kabarnya bertugas di Polres Banyuasin.

"Yang sejauh ini sepengetahuan kami beliau selalu menjelaskan kalau menjadi karyawan outsourcing itu merugikan sekarang malah terkesan berbalik,"Jelasnya menduga.

Menanggapi keluhan tersebut Perwakilan Management PT. BAP Harisman didampingi Erik yang juga unsur managemet menuturkan pihaknya tidak pernah terniat untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) rekan - rekan semua.

"Kebijakan ini sudah melalui pertimbangan yang matang oleh pihak kami, seringnya terjadinya kehilangan di perusahaan menjadikan alasan kuat pihak management memakai pihak ketiga. Namun kebijakan perusahajn tetap memikirkan rekan - rekan memiliki keluarga bagaimana nanti kalau sampai di PHK," papar dia

Maka dari itu jelas dia, diberikanlah dua alternatif pilihan  bisa tetap menjadi security tapi kontrak atau tetap menjadi karyawan namun bertugas di bagian produksi. Nah disinilah kepedulian perusahaan sembari tiap bulan masih tetap mendapat gaji untuk menyambung hidup 

"Ketika di tengah perjalanan dirasa tidak kerasan dan berminat menjadi security di perusahaan lain tentu dipersilahkan. Dan maksut kami jangan sampai mereka nganggur tidak ada penghasilan silahkan tetap jadi karyawan di bagian pabrik (Produksi) dan bisa kita training terlebih dahulu," tutur dia.

Disinggung mengenai ada dugaan masuknya pihak ketiga di bidang tenaga security outsourcing diduga ada main matanya oknum anggota kepolisaian Erik dengan tegas membatah karena sudah melalui proses lelang. "Dugaan itu kami luruskan sebab masuknya pihak ketiga susah melalui proses lelang, jadi tolong di pahami bahwa semua sudah sesuai prosedur," tegas dia (Adm)
Attachments area

Post a Comment