BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Akibat dibongkarnya jembatan, puluhan petani Kelurahan Seterio, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Jumat (05/04) memblokade jalan, akibatnya, membuat mobil perusahaan PT SAL tak bisa melintas.

Dalam aksinya tersebut, puluhan petani menuntut agar pihak perusahaan, membuat kembali jembatan yang merupakan akses mereka menuju persawahan.

Sumro, salah satu petani menjelaskan, mereka keberatan atas dibongkarnya jembatan di Blok A18.  Pasalnya jembatan merupakan akses petani mengeluarkan hasil pertanian dari lokasi persawahan.

“Sekarang ini tengah musim panen. Pihak perusahaan sudah kami surati, sayangnya tuntutan kami 1×24 jam tak dipenuhi. Makanya kita lakukan sweeping dan blokade jalan,” ungkap dia.

Lanjut dia, puluhan petani meurpakan warga Kelurahan Seterio, membuka ladang di pinggiran Sungai Bantung. Sungai Lande yang berbatasan dengan lokasi PT SAL Desa Tanjung Laut.

Sementara Lurah Seterio Kecamatan Banyuasin III, Rusdi SH, membenarkan, puluhan petani melakukan sweeping dan blokade jalan.

"Sekitar 500 meter dari kantor kelurahan kita, sebelumnya mereka telah menembuskan surat ke Bupati Banyuasin, Kapolres Banyuasin, Camat Suak Tapeh hingga Lurah Seterio,” terang dia.

Kapolsek Pangkalan Balai AKP Indrowono SH saat dikonfirmasi di lokasi blokade jalan tersebut menegaskan, massa berhasil diredam dan sudah dilakukan mediasi dengan perusahaan.

"Kesepakatan tengah dibahas di kantor Kelurahan Seterio,” tegas Kapolsek. (Adm)

Post a Comment