PALEMBANG, KabaRakyatsumsel.com-Bergesernya mindset terhadap jabatan wakil rakyat menjadi suatu kenyataan, yang sayangnya menjadi mindset yang tak baik. Hal ini menjadi motivasi utama seorang Syapran Suprano, caleg DPRD Provinsi Sumsel dari Partai Golkar Dapil 8 (Musi Rawas, Linggau dan Muratara) nomor urut 7 ini. 


"Di sisi masyarakat mereka memandang anggota dewan bukan lagi tempat mengadu dalam arti sesungguhnya, ada jarak yg dirasa sangat jauh oleh mereka dan cenderung hanya sarana memperkaya diri sendiri sehingga money politik bukan lagi hal tabu bagi mereka. Di sisi caleg, ada yang hanya menjadi pelengkap karena aturan saat ini yaitu KPU akan mencoret dafat caleg yg komposisi kesetaraan gender tidak memenuhi kuota, ada caleg yang tiba2 muncul sementara rekam jejak selama ini tidak ada namun memiliki finasial kuat. Dapat dikatakan periode sekarang pola memilih dan di pilih sudah sangat vulgar dagang sapi sehingga caleg2 yang tidak dapat memberikan sesuatu kepada pemilih kemungkinan besar tidak akan dipilih bahkan oleh pemilih yang masih memiliki hubungan kekerabatan sekalipun dan itu bukan hal yg tidak mungkin," papar pria yang akrab dipanggil Syapran ini.

Menurutnya menjadi caleg adalah bagian kecil dr sebuah proses panjang menuju tahapan selanjutnya yaitu pengabdian kepada masyarakat dalam arti sesungguhnya, bukan hanya slogan sosialisasi pileg atapun jargon politik semata. Semua itu dimulai dari organisasi kemahasiswaan," jelasnya. Disamping itu, pencalegan ini dirinya turun langsung ke bawah sampai tingkat desa.

"Alhamdulillah sampai detik ini fakta yang ada, tidak sampai 10% caleg tingkat provinsi yang turun langsung bertatap muka ke sebagian besar desa di dapil saya, kalaupun ada yg turun sebagian besar hanya di wilayah tertentu, kalau baliho sudah sampai ke tiap desa yang saya datangi. Mengapa turun langsung ? Karena ini adalah proses, sarana saya menggali persoalan yg dialami masyarakat dari sumbenya langsung sbg bahan bila kelak di percaya masyarakat mewakili mereka di parlemen dan yang pasti saya bukan caleg baliho, itu juga sebabnya APK saya dlm bentuk baliho tidak ada sama sekali, hanya spanduk yg dipasang dirumah penduduk dan kalender," ujar pria kelahiran Palembang ini.


Dilihat dari pengalaman organisasinya, ia merupakan kader GMNI sebagai organisasi dasar telah membentuk mind set politiknya, yaitu kesejahteraan rakyat adalah tujuan akhir dari seorang politisi. Selain itu berbagai organisasi pernah di ikuti seperti PERKEMI, KONI Yogyakarta semasa kuliah. KNPI Sumsel, MAI Sumsel, PATANI Sumsel, pendiri LIPK Sumsel, GANN Sumsel sebagai penasehat dan di Karang Taruna Sumsel sebagai Wakil Ketua V bidang Organisasi dan SDM


Jangan lupa pilih dan coblos Syapran Suprano nomor urut 7 dari Partai Golkar Dapil 8 (Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara.(ist/bmg)

Post a Comment