BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Sejumlah Caleg Dapil II yang mencakupi empat Kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin, memghadiri rapat mediasi Koordinasi dengan KPU Banyuasin, Bawaslu Banyuasin serta Ketua DPRD Banyuasin.

Mediasi tersebut dalam rangka menyikapi permasalahan yang terjadi di Dapil II waktu lalu. Mediasi ini dipimpin oleh wakil ketua dua DPRD Banyuasin Heryadi HM Yusuf, di ruang rapat DPRD Banyuasin, Senin (22/04).

Wakil  Ketua DPRD Banyuasin Heryadi HM Yusuf pada kesempatan itu berharap permasalahan yang terjadi segera teratasi. Pihaknya siap menampung aspirasi permasalahan yang terjadi.

"Dan kami sebagai lembaga pengawasan Pemerintahan ingin mendengar langsung penyampaian dari Penyelenggara Pemilu Kabupatem Banyuasin," kata Haryadi dalam penyampaiannya.

"Dari itu lanjut dia, mari kita sama-sama dengar apa yang akan disampaikan oleh pihak yang bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah ini saat memimpin rapat madeasi tersebut.

Bahrialsyah, Mewakili KPU Banyuasin pada rapat tersebut mengatakan dihadapan para Calon Legislatif Dapil II, Kabupaten Banyuasin menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan PSS (Pemilihan Suara Susulan) bukan PSU.

"Pemilu 17 April banyak memakan jiwa dan dana, dan permasalahan tersebut bukan hanya di Banyuasin saja, namun juga di daerah lain, "ucap Bahrial.

Ditambahkannya, pihaknya  akan melaksanakan rekomendasi Bawaslu untuk melakukan PSS di dapil II. Dan pihaknya juga mengalami kebingungan atas permaslahan yang terjadi sebab dirinya dengan empat komisioner lainya baru dilantik beberapa bulan lalu.

"Pencetakan ini murni diambil oleh KPU RI, bukan dari KPU Banyuasin, namun kita tidak melakukan penyalahan dengan pihak lain," ujar dia.

Kami mohon jelas dia, untuk dukungannya agar PSS terlaksana sebab kami sudah berkolaborasi dengan KPU Propinsi dan KPU RI.Bapak dan Ibu tinggal kembali meningkatkan partisipasi pemilih 28 April nanti.

"Kalau sudah di cetak oleh KPU RI artinya kesalahan bukan hanya di Banyuasin saja, namun juga daerah lain, intinya ini human eror, "ujar dia.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Banyuasin. Ibzani. HS, mengatakan dihadapan Caleg, Wakil Ketua DPRD Banyuasin dan Komisioner KPU Banyuasin bahwa dirinya prihatin dengan kondisi yang terjadi.

"Kami prihatin atas kejadian ini, setelah kami mendapat laporan saat itu, kami langsung turun ke lapangan melihat kondisi yang dilaporkan, memang benar terjadi kesalahan, dengan adanya kesalahan itu kami langsung membuat rekomendasi untuk melaksanakan PSS," ucap dia.

Ibzani menambhakan, bahwa pihakya telah menyurati KPU Banyuasin untuk meningkatkan Pemilih, di dapil II. PSS 27 April itu bukan 17 April, dari itu tingkat partisipasi bisa menurun, maka kami minta KPU Banyuasin untuk melaksanakan sosialisasi secara aktif.

"Agar pelaksanaan Pemilihan sama dengan 17 April nanti, dan kita juga ingatkan agar persiapannya diatur dengan baik dan benar agar tidak terlihat berjubel seperti di aula saya melihatnya saja pusing, jadi wajar kalau terjadi pertukaran berkas baik Surat Suara, mauoun C1," kata dia.

Senada dikatakan, Arpai Kabid Politik Kesbangpol Banyuasin bahwa Pemilu di Banyuasin merupakan yang paling buruk dalam pelaksaannya.Pemilu kali ini memang bukan hanya di Banyuasin mengalami permasalahan, namun Bànyuasin yang paling buruk.

"Kami minta kepada Bawaslu Banyuasin untuk membuat Rekomendasi atas permasalahan yang ditemukan, sebab yang bisa mmengeluarkan rekomendasi  untuk menindaklanjuti kesalahan yang ada hanya Bawaslu Banyuasin yang bisa mengeluarkan, dan saya minta para caleg untuk tetap bersikap tenang, sebab semua ada mekanismenya," tegas dia. (Adm)

Post a Comment