BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com-- Puluhan pserta didik keseteraan Paket B atau setingkat SMP dan paket C atau setingkat SMA, PKBM Kualo Sejati, mengikuti simulasi Ujian Berbasis Komputer (UNBK) dalam rangka sebagai persiapan mengahadapi UNBK tingkat SMA dan SMP, yang akan di gelar pada 12 April sampai 16 April 2019 mendatang. 

Pelaksanaan simulasi tersebut berlangsung di SMKN 1 Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, dengan menggunakan semua fasilitas yang telah dipersiapkan panitia, Untuk mengikuti simulasi termasuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) nantinya. Minggu (10/03).

Kepala Sekolah SMKN 1 Tanjung Lago Hasmarudin, S. Pd, MM saat dibincangi mengatakan, bahwa pihaknya memberikan dukungan dan bantuan penuh agar kegiatan simulasi ini dapat berjalan sesuai dengan instruksi kemendikbud. 

"Ya, Kita memberikan upaya maksimal termasuk menyiapkan fasilitas terkait dengan pelaksanaan UNBK ini, salah satunya pagi ini karena mati lampu maka kita sudah menghidupkan genset untuk pasokan listrik", kata dia. 

Sementara itu Zarwini, S. Pd. Selaku pengelola PKBM Kualo Sejati, mengatakan, bahwa dirinya sangat berterima kasih atas dukungan dan bantuan dari Kepala Sekolah SMKN 1 Tanjung Lago yang telah memfasalitasi tempat.

"Alhamdulillah, simulasi UNBK hari ini berjalan dengan lancar, sebagai pengelola PKBM Kualo Sejati kami sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepala sekolah dan staff juga kepada semua pihak yang telah membantu  kegiatan simulasi hari ini", terang dia.

Pantauan di lokasi, pelaksanaan UNBK terlihat antusias peserta paket B dan Paket C yang mulai berdatangan dan masuk ke ruangan Laboratorium Komputer SMKN 1 Tanjung Lago, peserta paket B dan Paket C yang datangnya dari berbagai desa yang ada di wilayah Kecamatan Tanjung Lago. 

Suprapti (34) Salah satu peserta paket C yang berasal dari Desa Sumber Mekar Mukti sempat mengeluhkan kondisi jalan yang mereka tempuh untuk mengikuti simulasi UNBK ini karena jalan yang mereka lewati cukup jauh bahkan harus berangkat dari subuh serta berjibaku dengan lumpur.

"Karena simulasi ini sangat penting mas, terpaksa saya berusaha untuk datang meskipun berjibaku dengan lumpur. Yang pasati perjuangan yang saya lakukan ini dengan harapan agar nantinya pada saat ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan di gelar pada april nanti bisa lancar", ujar dia. (Adm)

Post a Comment