PRABUMULIH, KabaRakyatsumsel.com-Para pedagang di PTM II Prabumulih yang merupakan eks Pasar Inpres Prabumulih mengeluhkan sepinya pembeli di PTM II Prabumulih. Meski sebagian kecil pedagang sudah mulai memindahkan dagangannya ke lapak atau kios di PTM II, namun suasana lengang sangat terasa.

Seperti yang terlihat, Kamis (28/2) saat awak media KabaRakyatsumsel.com melihat kondisi PTM II, tampaknya hanya beberap gelintir orang yang lalu lalang masuk ke PTM II. Lapak dan kios masih tampak kosong, ada juga lapak atau kios yang sudah menjajakan dagangannya namun masih sedikit.

Saat memasuki pintu PTM II di lantai dasar, terlihat meja lapak yang dibuat permanen, tampak kosong melompong, masuk lagi aga kedalam kondisi serupa terlihat. Agak kebelakang, yang diperuntukkan bagi pedagang ikan dan daging pun, sama saja.

"Iyo pak, kondisi sepi nilah yang kami temui tiap hari, kareno maseh banyak pedagang yang belum galak masuk (berdagang-red) di lapak atau kiosnyo," jelas Siti (sebut saja begitU) penjual rempah-rempah yang berdekatan dengan lapak penjual pisang.

Hal senada disampaikan Mat (sebut saja begitu) pedagang pisang atau buah, ia menuturkan dirinya harus ekstra was-was karena dagangan pisangnya sering busuk karena sedikitnya pembeli yang masuk ke PTM II kecuali pelanggan atau pembeli yang sudah kenal.

Saat ditanya kepada keduanya, mengapa pedagang lainnya belum mau masuk berdagang di PTM II, mereka serempak menjawab tak ketegasan dari pengelola pasar 

"Kepala Pasar dak katek ketegasan, mestinya pedagang ditegaskan untuk segera masuk ke PTM II agar ramai pembeli dan kito juga dapat rezeki," tutur mereka.Siti mencontohkan pedagang ikan yang masih saja berjualan di pinggir jalan Kelapa dan Belakang Pasar, meski lapak jualan sudah dipersiapkan

Kepala UPTD Pasar Taufik saat ditanya perihal ketidaktegasan ini mengatakan dirinya sudah berusaha maksimal dalam menghimbau dan memberikan dorongan pedagang agar segera pindah dan menempati lapak dan kios mereka.


"Bayangkan, saat saya sedikit tegas kepada pedagang untuk pindah, mereka (pedagang-red) sudah bereaksi," tuturnya. Karena itulah dia berusaha dengan persuasif dan kekeluargaan agar pedagang mau menempati lapak dan kiosnya. Apalagi lanjutnya, tak lama lagi akan memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran. "Bisa dipastikan memasuki Ramadhan dan Lebaran, pembeli akan ramai," ujarnya lagi.

Post a Comment