PRABUMULIH, KabaRakyatsumsel.com-Masih banyaknya pedagang Pasar Inpres Prabumulih yang belum mau pindah ke PTM II Prabumulih, dikarenakan mereka masih menuntut pelayanan tempat los yang dianggap terlalu kecil bagi pedagang untuk berjualan.PTM II yang merupakan bekas gedung Pasar Inpres ini, dibangun ulang dengan tiga lantai. Lantai pertama diperuntukkan bagi pedagang buah, ikan dan sayur-sayuran, lantai dua diperuntukkan bagi pedagang baju serta lantai III diperuntukkan bagi pedagang perhiasan seperti emas dan perak.

Pemerintah Kota Prabumulih pun telah meminta dan mendorong pedagang untuk segera menempati los yang sudah disediakan. Hal ini dibenarkan Kepala UPTD Pasar Badan Keuangan Daerah Kota Prabumulih M Taufik, saat ditemui di PTM II Prabumulih, Rabu (27/3).

"Kita sudah berulangkali meminta pedagang untuk pindah dan menempati los yang sudah disiapkan," ungkapnya membuka pembicaraan.Ada sebagian pedagang yang sudah menempati los mereka, tetapi ternyata banyak permintaan pedagang kepada UPTD Pasar.

"Seperti los yang katanya kecil, mereka (pedagang) minta untuk diperbesar, kemudian tempat jualan juga minta diperbesar.Kita berupaya menampung dan menuruti keingian pedagang tersebut, tapi kita juga tak bisa memenuhi keinginan mereka semuanya," lanjutnya.

Ia mencontohkan permintaan pedagang, untuk merombak lantai dan tempat dagang yang dibangun dari batu, dibangun ulang dan disesuaikan dengan keinginan pedagang, meski membangunnya menggunakan uang pribadi pedagang sendiri.

"Tak semua keinginan itu bisa kita penuhi, karena bangunan ini merupakan aset Pemerintah dan pihak UPTD Pasar tak punya wewenang merubah atau membangun ulang atau keseluruhan, meski ada permintaan yang kita penuhi, tapi karena kebijakan mempertimbangkan berbagai aspek demi kenyamanan dan keamanan pedagang dan pembeli," lugas Taufik.

Sementara itu Rijal salah satu pedagang PTM II yang sudah menempati losnya, mengaku dirinya dan pedagang lainnya yang sudah pindah berupaya membantu Kepala UPTD Pasar agar pedagang mau menempati los di PTM II ini."Memang tak mudah menampung dan menuruti keinginan semua pedagang, karena banyaknya keterbatasan, namun kita berusaha membantu, agar pedagang dapat ditampung dan menggelar dagangannya dengan baik dan nyaman," jelasnya.

Rijal juga meminta adanya ketegasan dari pihak UPTD Pasar agar segera memindahkan pedagang secepat mungkin.


Taufik saat ditanya adanya rencana unjuk rasa dari Ikatan Pedagang Inpres Prabumulih yang menuntut agar diantaranya jangan memaksa mereka pindah ke PTM sebelum adanya pembenahan, jangan diperjualbelikan kios,los dan lapak di PTM II, jangan ada kecurangan dalam pengundian pembagian lapak kios dan los serta validasi ulang penduduk asli PTM I secara terbuka dan transparan dan mengganti Kepala UPTD Pasar mengatakan hal itu wajar dan diatur oleh Undang-Undang."Kita tak boleh melarang adanya aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi asal mematuhi aturan dan tidak anarkis," paparnya.

Yang jelas, dirinya dan staf UPTD Pasar Prabumulih sudah berupaya maksimal dalam melayani dan memenuhi keinginan para pedagang.

Media KabaRakyatsumsel.com juga sempat memperdengarkan rekaman kepada Kepala UPTD Pasar dari pedagang yang mengatakan bahwa Kepala UPTD Pasar Taufik melakukan sewa lapak di PTM II dengan tarif belasan  juta rupiah, dibantah keras oleh Taufik.Dalam rekaman tersebut, pedagang tersebut mengatakan adanya sewa kios dan pindah kios dari lantai atas kelantai bawah dengan nilai bervariasi mulai dari Rp 8 juga hingga Rp 40 juta.

"Tidak ada hal yang disampaikan oleh pedagang itu seperti itu, bahwa saya menyewakan kios dengan nilai belasan hingga puluhan juta rupiah," bantahnya.(bmg)

Post a Comment