Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Menidaklanjuti maraknya kasus Pungutan Liar (Pungli) yang akhir-akhir ini viral diberitakan melalui media sosial. Untuk itu, jajaran Polsek Air Kumbang gencar melaksanakan kampanye Saber Pungli.

Sosialisasi Saber Pungli ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Air Kumbang Iptu Gunawan, SH bersama  Bhabinkamtibmas dengan cara sambangi sekaligus memberikan himbauan kamtibmas kepada warga masyarakat di Desa  Sidomulyo Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin, kamis (14/03).

Adapun himbauan yang disampaikan yaitu  agar warga masyarkat segera melaporkan setiap penyimpangan berbau Pungli. Diantara lain di bidang pelayanan publik kepada masyarakat maupun yang lainnya kepada Bhabinkamtibmas ataupun pemerintah setempat.

Kemudian Kapolsek Air Kumbang bersama  Bhabinkamtibmas Polsek Air Kumbang tersebut menyampaikan pesan Kamtibmas agar setiap elemen masyarakat bersatu padu bersama sama menjaga keamanan dan kenyamanan serta ketertiban menjelang Pileg / Pilpres 2019, agar terwujud Pemilu 2019 aman, damai dan sejuk.

Kapolsek Air Kumbang Iptu Gunawan, SH, saat dikonfirmasi media ini, membenarkan bahwa pihaknya menindaklanjuti perintah dari pimpinan untuk melaksanakan kampanye dan Sosialisasi tentang Saber Pungli.

“Merupakan atensi pimpinan agar jajaran melaksanakan kampanye Saber Pungli," ujarnya.
Lebih lanjut, Iptu Gunawan, SH, menerangkan, secara umum pungli diartikan sebagai pungutan yang dilakukan secara tidak sah atau melanggar aturan, oleh dan untuk kepentingan pribadi oknum petugas.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberantas pungli. Menurutnya, baik penerima dan pemberi sama-sama akan di berikan sanksi.

“Mari bersama kita berantas tindakan pungli, memberi dan diberi jelas sama-sama melanggar hukum," terangnya.

Berdasarkan aturan yang ada, untuk menindak para pelaku praktek-praktek pungli. Presiden RI mengeluarkan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

Kapolsek Air Kumbang juga menerangkan bahwa, pungli adalah termasuk gratifikasi yang merupakan kegiatan melanggar hukum. Dalam hal ini diatur dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Sesuai UU tersebut, pidana bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara yang melakukan gratifikasi adalah pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)," tegasnya. (Adm)

Post a Comment