Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">



BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Jembatan Penghubung Desa Rantau Harapan dengan Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Kab. Banyuasin, Prov. Sumsel, yang dulunya dibangun dari dana APD kini dibongkar oleh Pemerintah desa setempat.

Hal ini ternyata menjadi sorotan Indo Sapri, selaku anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Banyuasin. Indo Sapri menilai bahwa menilai ada kejanggalan dalam pembongkaran jembatan tersebut. 

"Bangunan apapun kalau aset kabupaten atau Provinsi bahkan Pusat, harus melalui prosedur. tidak bisa sembarang bongkar karena statusnya aset daerah. Kata Ketua Ormas JPKP Banyuasin Indosapri ketika berbincang dengan media ini, minggu (17/03).

Ditegaskan dia, mau alasan apapun yang namanya aset daerah tentu melanggar hukum jika membongkar apalagi sampai menjualnya. "Tidak ada alsan, yang namannya aset daerah tidak bisa sebarang bongkar dan jelas itu melawan hukum," imbuh dia.

Disini jelas dia, saya belum berbicara aturan tapi akan saya analogikan, jika barang milik orang lain terus kita jual jelas dong pemilik akan marah dan membawa persoalan ini keranah hukum, biar dalam hal ini kita bisa belajar bersama bagaiman memperlakukan aset - aset daerah.

"Hasil investigasi Tim dilapangan ditemukan jembatan sudah dalam kondisi dibongkar lebih kurang seminggu yang lalu, dikabarkan sudah dijual, wah menurut kami itu berani sekali jika tidak memegang surat hibah atau surat apalah namanya dari pemerintah daerah karena tanpa itu akan berbenturan dengan hukum," tegas tokoh mudah kelahiran Lebung ini berujar.

Persoalan ini dalam waktu dekat apa yang jadi temuan kami, baik data Poto dan video akan kami serahkan ke Pihak kejari Banyuasin sebagai laporan atas dugaan merusak dan sekaligus menjual aset daerah secara ilegal.

Terpisah, Kades Rantau Harapan Jumahat, saat dimintai konfirmasinya mengakui, kalau memang benar jembatan tersebut sudah di bongkar dan itu berdasarkan hasil kesepakatan dengan masyarakat desa setempat.

"Ya memang benar jembatan sudah dibongkar, tapi perlu kami jelaskan pembongkaran jembatan itu atas dasar kesepakatan masyarakat setempat," ucap Kades saat ditemui di kediamannya, minggu (17/03).

Kenapa di lakukan pembongkaran, lanjut dia, karena jembatan sudah dalam kondisi tidak layak untuk dilewati jadi diputuskan lebih baik di bongkar.
Lagian disebelahnya sudah ada jembatan baru. "Kan sudah ada jembatan baru di sebelahnya," tutur dia.

Sebenarnya hal yang juga tidak kalah mendasar ujar dia, besi jembatan tersebut sering hilang dicuri, jadi diambilah kesimpulan dari hasil rapat untuk dibongkar. Hasil uang dari di jualnya besi tersebut juga untuk kenpentingan masyarakat seperti perbaikan masjid. itu disepakati dalam rapat .

"Ya besi jembatan itu kita jual dan uangnya untuk kepentingan masyarakat. Pada intinya semua berkas rapat semua ada kita dokumennya, artinya sudah melalui proses kesepakatan warga desa," beber dia. (Adm)

Post a Comment