Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com-- Menjelang pemilu serentak 2019, Polres Banyuasin menggelar simulasi sistim pengamanan kota (Sispam Kota) di halaman Mapolres Banyuasin. Rabu (13/03), pukul 09.30 WIB.

Kegiatan pelatihan tersebut digelar dengan tujuan untuk melatih kemampuan dan keterampilan personel Polres Banyuasin dalam menangani massa pengunjuk rasa maupun gangguan Kamtibmas khususnya saat pengamanan Pemilu serentak tersebut.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Marksus Pinem, S.IK melalui Waka Polres Kompol M. Hadiwijaya, ST, menyampaikan, Simulasi ini bertujuan sebagai gambaran jajaran Polres Banyuasin dalam memberikan perlindungan pengayoman dan melayani terhadap masyarakat.

“Simulasi Sispam Kota ini bertujuan agar personel yang terlibat dapat memahami tugas pokok dan fungsi serta peran masing-masing satuan, baik di tingkat pengamanan TPS, Polsek, maupun Polres,” ujar Waka Polres Banyuasin Kompol M  Hadiwijaya, ST saat ditemui di ruang kerjanya. Rabu (13/03).

Dalam pelaksanaanya seluruh jajaran bertindak sesuai tugas dan fungsinya baik dari jajaran Babinkantibmas, Intel, Sabara dan Reskrim. Peralatan taktis di jajaran Polres Banyuasin pun juga dipergunakan dalam latihan Sispam Kota ini.

Sementara itu, dalam simulasi Sispam kota ini digambarkan adanya ancaman dan gangguan Kamtibmas saat pelaksanaan rangkaian Pemilu 2019. Dimana, Polisi mulai mengambil langkah-langkah dari tindakan prefentif yang sampai akhirnya harus dilakukan tindakan tegas.

Disimulasikan, sebuah unjuk rasa terjadi di halaman Mapolres Banyuasin. Mereka memprotes kecurangan yang terjadi saat penghitungan suara di salah satu TPS. Ratusan masa tersebut menyerang KPUD, meminta kepada KPUD untuk dilakukan pemilihan ulang.

Melihat kejadian tersebut, anggota kepolisian yang berjaga langsung mengamankan situasi. Namun, masa yang semakin bertambah itu tak hanya tinggal diam. Personil Polres Banyuasin yang ingin menghalau, justru diserang. Pengunjuk rasa melempari barikade polisi dengan berbagai macam material yang ada di sekitar lokasi.

Melihat situasi semakin anarkis, Polres Banyuasin akhirnya mengerahkan mobil water canon untuk memaksa mundur warga yang demo. Hingga akhirnya keadaan tekendali dan pengunjuk rasa membubarkan diri. (Adm)

Post a Comment