BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Upaya Pemkab Banyuasin untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara membangun terminal Tipe C di Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh belum sesuai harapan.

Sebab, dalam dua tahun terakhir ini terminal tersebut dihentikan beroperasi sehingga tidak sepeser pun pendapatan retribusi yang bisa disumbangkan untuk PAD Banyuasin. 

Pantauan dilapangan, kemarin bangunan yang dibiaya APBD Banyuasin milyaran rupiah itu sayangnya tidak terawat dengan baik. Masyarakat disekitar pun, meminta kepada dinas terkait untuk dibersihkan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Banyuasin Supriadi mengakui sudah dua tahun ini terminal tipe C itu dihentikan beroperasi karena dua bus yang diperuntukan sebagai transportasi angkutan umum sudah ditarik pihak Damri.

"Jadi, sementara ini terminal tersebut kita stop dulu karena 2 bus Damri yang disediakan dengan rute Lubuk Lancang-Pulau Rimau tidak beroperasi lagi,"kata dia saat dimintai konfirmasinya lewat WhatApp pribadinya. Selasa (05/02).

Alasan Bus Damri tidak beroperasi, dijelaskan Supriadi, hal tersebut di karena jalan poros Pulau Rimau rusak parah akibat sering dilalui mobil angkutan berat milik perusahaan. "Jalan itu pernah kita portal agar kendaraan angkutan tidak bebas. Tapi, percuma saja portalnya sudah dipatahkan oleh oknum,"jelas dia.

Dia menyebut kalaupun beroperasi PADnya masih kecil, sama halnya juga dengan retribusi dari jasa mobil derek. "Hanya, PAD yang cukup lumayan bersumber dari Dermaga dan Parkir,"beber dia.

Berbeda dengan terminal Tipe A Betung lanjut dia, hal itu bukan lagi kewenangan dari pada Dishub Banyuasin melainkan Kementriaan Perhubungan. Jelas ini berdampak terhadap hilangnya PAD Banyuasin. "Dulu aset itu punya kita, tapi sekarang sudah dilimpahkan ke Kemenhub, termasuk 25 PNS dan 11 honorer,"pungkas dia. (Adm)

Post a Comment