Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

Prabumulih,  KabaRakyatsumsel.com-Kurang dari 50 hari jelang pencoblosan pilpres-pileg serentak pada 17 April 2019 membuat tensi politik semakin meningkat. Terutama pada tataran pilpres yang mengerucut pada 2 pilihan, 01 dan 02.

Dua pilihan yang ada merupakan pilihan yang sama pada pilpres sebelumnya. Ini adalah "tarung" kedua bagi keduanya.

Doni Wijaya Lutfi selaku Wakil Sekretaris DPC Gerindra Prabumulih mengamini pendapat para ahli bahwa pilihan masyarakat semakin terpolarisasi dan tidak menutup kemungkinan ada "residu" politik dari pilpres 5 tahun lalu.

Menurut Doni yang pernah menjabat Ketua IKA LKS prabumulih adalah hal yang wajar terjadi polarisasi pemilih bagi negara dengan berpenduduk sebesar Indonesia. Apalagi jika hanya ada 2 calon yang akan dipilih", lanjut Doni yang sekarang menjabat sekretaris IKA LKS provinsi Sumatra Selatan

"Saya memprediksi masing-masing calon sudah memiliki basis massa pendukungnya yang loyal sejak pilpres sebelumnya. Mungkin ada yang merubah pilihan tetapi jumlahnya tidak signifikan," lanjut kader Gerindra lulusan Hambalang (GMD).

Kemudan Doni mengajak kaum milenial khususnya sumatera selatan untuk tetap melaksanakan pemilu Damai Pemilu sejuk walau beda pilihan tapi tetap bersaudara, berkeluarga dan bersilahtuhrahmi.

"Namun ada hal yang paling penting adalah,  datang ke TPS, gunakan hak suara dan pilih caleg sesuai program visi misi serta tak usah gaduh jika berbeda pilihan, "

Post a Comment