Muba, kabarakyatsumsel.com  - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT,Muba Elektrik Power (MEP) terlambat melakukan pembayaran kepada. PT,PLN Persero sebesar 46 milyar sehingga PT.PLN melakukan pemadaman listrik. sebanyak 16 desa dalam kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Muba sumatera selatan sejak jumat, (28/12/2018) lalu

akibat kejadian tersebut warga masyarakat 7 desa mewakili 16 desa bersama kepala desa yaitu, desa Sumber Harum, Sinar Harapan, Banjar Jaya, Sri Mulyo, Margo Mulyo, Bero Jaya dan desa Berlian Jaya kecamatan tungkal jaya kab muba mendatangi kantor PT,Mep senin (31/12/2018) Meminta penjelasan terkait pemadaman listrik didesa mereka selama 4 hari sejak 28 desember sampai 31 desember  2018 sementara kami masyarakat selaku komsumen sudah melakukan kewajiban. Dengan membayar listrik kepada pihak PT MEP.

Kedatangan kami tentunya guna meminta penjelasan kepada pihak PT,Mep terkait adanya pemadaman listrik selama 4 hari di 16 desa diwilayah kecamatan tungkal jaya sejak jumat 28 desember samapai 31 desember 2018 lalu.dan kami dari 7 desa mewakili masyarakat dari 16 desa ungkap Suherman selaku kepala desa senin (31/12/2018)

Dia menambahkan sementara kami selaku komsumen sudah melakukan kewajiban kami yaitu melunasi pembayaran listrik yang kami pakai.dan kami sudah mengadakan pertemuan dengan pihak PT MEP yang berlokasikan  disekayu.

Masih dia berdasarkan hasil pertemuan tersebut ternyata sengaja listrik dipadamkan oleh pihak  PT,PLN Persero karena Pihak PT,Mep belum melakukan Pembayaran terhadap PT,PLN sebesar 46 milyar diakhir tahun 2018.sehingga terjadi pemadaman listrik oleh pihak PT,PLN Persero.yang jadi permasalah kami mengapa hanya kecamatan tungkal jaya saja yang lampunya dipadamkan.Dan kami selaku masyarakat sekaligus konsumen Mep sangat resah dan dirugikan atas kejadian ini.

sementara PT.MEP itu sendiri adalah BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan kita juga meminta kepada pihak pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin agar dapat menyelasaikan permasalah ini.harapnya


Saat dikomfirmasi direktur Pt.Mep Humaidi Rozali melalui Manager SDM dan umum Ikbal yang didampingi super paiser Gemi mengatakan kepada wartawan senin (31/31/2018) bahwa terjadinya pemadaman listrik dikecamatan tungkal jaya karena pihaknya terlambat melakukan pembayaran terhadap Pt.PLN persero sehingga terjadi pemadaman listrik oleh Pihak PLN.

Tunggakan tersebut karena adanya kanaikan tarif listrik oleh pihak PLN pada Februari 2018 sebesar 83 % sementara pihak kita mep baru menyesuaikan tarip tersebut pada bulan November 2018 

Sejak Februari sampai November 2018 pihak Mep mengalami devisit terus karena belum melakukan penyesuaian dan waktu itu kita berharap tarifnya bisa kembali seperti semula ternyata sampai pinal itu tetap tidak bisa dikembakikan.jelas Ikbal

Memang tunggakan itu ada berapa bulan tapi sudah kita negosiasikan untuk di Kat Op kemudian dicicil dalam dua tahun.mengapa tunggakan begitu besar.karena adanya kenaikan tarif mencapai 83 % tersebut sehingga kita mengalami devisid.dengan jumlah tunggakan mencapai 46 milyar kepada PLN.

Saat ditanya terkait kerugian masyarakat/konsumen dengan adanya pemadaman dari PLN dikecamatan tungkal jaya Ikbal menjelaskan.Bukan hanya masyarakat yang dirugikan kita juga dari pihak Mep juga dirugikan yang artinya bukan hanya satu sisi tapi kedua sisi dirugikan.sudah pasti imet buruknya  dimasyarakat terhadap perusahaan kita Mep.

Dan kita sudah melakukan pendekatan termasuk dari pemda.tapi kita tetap berusaha bagaiman komunikasi kami dengan pihak Pln.

Untuk meminta kebijakan agar jangan sampai lampu dipadamkan tapi kebijakan itu tetap ada pada PLN dan sejauh ini kita hanya bisa berusaha.

dan keterlambatan pembayaran tersebut juga terkendala bank sudah tutup menjelang tahun baru 2019 sehingga kita mengalami kesulitan untuk melakukan pembayaran.

Dan kami akan segera melakukan pembayaran tunggakan tersebut kepada pihak PLN tanggal 03-04 januari 2019 mendatang dan kita berharap pihak PLN dapat menghidupkan kembali listrik yang telah dipadamkan sambari menunggu pembayaran dari kami.harapnya

Dia menambahkan tunggakan konsumen terbesar diwilayah kabupaten muba adalah dikecamatan tungkal jaya dari 18 titik sambung dan kedua ada diwilayah kecamatan plakat tinggi.jelasnya.

Sementara pihak PT,PLN Persero Belum dapat dimintai keterangan terkait masalah ini.(rdi)

Post a Comment