BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 33 Rantau Bayur di Desa Telang Kemang, Kabupaten Banyuasin sudah menyiapkan siswa untuk mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun pembelajaran 2018/2019 nanti.

Sebelum pelaksanaannya, kata Kepala SDN 33 Rantau Bayur Mustofa Fauzi. S.Pd. SD, sekolah akan menyiapkan siswa untuk mengikuti kegiatan les tambahan dan kegiatan try out, hanya saja waktunya belum bisa ditentukan kapan pelaksanaannya.

“Kita sudah menyiapkan sebanyak 38 siswa yang bakal mengikuti USBN, semuanya dari kelas VI. Persiapan tersebut memang sudah hampir 70 persen, hanya saja perlu dilakukan berbagai aktivitas pendukung lainnya seperti pelajaran tambahan,” ucap dia. Selasa (21/01).

Dia mengakui, jumlah siswa yang bakal mengikuti USBN menurun bila dibandingkan tahun lalu jumlahnya sebanyak 40 orang lebih. “Memang ada penurunan, tapi tak seberapa sekitar 3 hingga 5 peserta didik sebagai peserta USBN,” kata dia.

Diakuinya, les atau pelajaran tambahan bagi pelajar kelas XII bertujuan untuk memberikan waktu bagi siswa-siswi kelas VI untuk mengulang pelajaran yang lalu. les itu dimaksudkan agar nanti saat menghadapi serangkaian ujian akhir USBN dan ujian praktek bisa lebih percaya diri dan mampu menjawab soal-soal yang di ujikan.

“Recananya kegiatan belajar tambahan ini digelar setiap hari sehabis mata pelajaran wajib,” jelas dia, hanya saja untuk menggelar les atau pelajaran tambahan serta kegiatan try out tersebut akan melakukan rapat dengan para guru yang mengajar di SDN 33 Rantau Bayur, karena kegiatan tersebut harus dirembukkan.

Les sengaja dilakukan di awal tahun agar peserta didik lebih memahami setiap pelajaran yang akan diujikan nantinya. Hal ini juga dikarenakan waktu belajar kelas VI sangatlah singkat dan mereka akan menempuh berbagai macam kegiatan ujian. “Kami ingin yang terbaik untuk anak-anak. Semoga mereka mampu menerima dan memahami seluruh pelajaran yang diberikan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan,” ujar Aris.

Paling penting, tegas dia, para siswa mendapat pelajaran yang sudah pernah dipelajari sebelumnya, karena pelajaran ulang memang butuh di leskan, guna mengingat kembali dengan pelajaran yang terdahulu, sehingga dapat kembali mengingatkan siswa.

“Kita akan tetap target 100 persen untuk lulus tahun 2019, namun perlu juga dilakukan les peningkatan daya ingat siswa pada mata pelajaran yang pernah dipelajari sewaktu masih kelas rendah. Melalui inilah siswa bisa mengingat kembali tugasnya,” pungkas dia (Adam)

Post a Comment