Muba Kabarakyatsumsel.com - Menindak lanjuti pemberitaan sebelumnya Manager PLN ULP Pangkalan Balai Trisman saat dikonfirmasi, Rabu (02-01-2019) via phone membenarkan perihal pemadaman listrik tersebut.


"Tunggakan listrik PT MEP Muba sendiri sudah mencapai Rp 40 Milyar lebih di wilayah kami (PLN ULP Pangkalan Balai). Hutang MEP tersebut sudah dimulai pada bulan februari 2018 hingga desember 2018 yang lalu. Ironisnya, pihak PT MEP sudah tiga kali audiensi ke pimpinan PT PLN UP3 Palembang, meminta peninjauan hutang ini. Dengan membuat Surat Pengakuan Hutang (SPH) diatas materai dan sanggup melunasi hutang. Jika tidak membayar, maka menerima pemadaman listrik. Nyatanya, hingga kini belum ada pembayaran sama sekali dari pihak PT MEP, " ungkapnya.


Lebih lanjut ungkap Trisman. Pertama di bulan Agustus 2018 yang lalu. Mereka ( PT MEP) sudah audiensi ke pimpinan PT PLN UP3 Palembang dan membuat SPH sanggup melunasi hutang.


Namun nyatanya tidak dibayar mereka. Mengingat masyarakat, maka waktu itu kami tidak melakukan pemadaman listrik. Kemudian ditungu hingga bulan September dan Oktober 2018. Namun juga belum dibayar mereka.


Lalu kedua, pihak MEP pada bulan Nopember 2018 melakukan SPH kembali untuk membayar hutang. Berjanji akan melunasi hutang pada tanggal 10 Desember 2018. Serta ditunggu - tunggu, nyatanya juga belum dibayar. Untuk ke tiga kalinya mereka (PT MEP) kembali audiensi. Untuk di undur sampai tanggal 20 Desember 2018 dalam melakukan pembayaran hutang.


Faktanya hingga 31 Desember 2018 belum juga dibayar. Begitu banyaknya toleransi dari kami pihak PLN. Atas belum dibayarnya hutang yang besar ini.


Menyikapi berlarut-larutnya hal ini. Managemen kami di Palembang melakukan tindakan. Dengan melakukan pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Tungkal Jaya pada 28 Desember 2018 dan di Kecamatan Plakat Tinggi pada 31 Desember 2018. Kami tidak bisa memberi toleransi lagi.



Selain itu jelasnya. "Mengenai kebijakan pemadaman listrik di Kecamatan Tungkal Jaya. Langsung di remove dari Palembang. Sedangkan pemadaman di Kecamatan Plakat Tinggi manual di Sekayu atas perintah managemen Palembang, " Ungkapnya mengakhiri.


 Terpisah Kepala PLN Rayon Sekayu Melson saat dikonfirmasi, Rabu (02/01) membenarkan hal tersebut.


"Ya pihak MEP sudah nunggak pembayaran listrik. Ke PLN ULP Sekayu saja mencapai 1,9 Milyar. Atas belum dibayarkan tunggakan tersebut. Maka dilakukanlah pemadaman listrik untuk wilayah Kecamatan Plakat Tinggi dan sekitarnya, " ujarnya.


Namun pihak PT MEP berjanji akan melakukan pembayaran besok, Kamis (03/01). Apabila sudah lunas tunggakan listrik besok. Kami akan alirkan/hidupkan kembali listrik di wilayah tersebut.


 Ditegaskannya, selain bekerjasama dengan PLN ULP Sekayu dan PLN ULP Pangkalan Balai. PT MEP juga bekerjasama dengan pihak PLN di wilayah Lahat dan PLN Provinsi Jambi.


"Ya mereka (PT MEP) juga bekerjasama dengan PLN Lahat dan Jambi. Kami tidak tahu, apakah mereka juga nunggak disana, " tandasnya.(tim).

Post a Comment