Muba,  kabarakyatsumzel.com - Warga pertanyakan proposal pengajuan pembangunan jalan dan perehapan masjid Al-Mustaqin belum direalisasikan
Didesa Tanjung Raya kecamatan Sanga Desa kabupaten Muba sumatera selatan, Sabtu (29/12/2018)
warga dan perangkat desa mempertanyakan proposal yang telah mereka ajukan kepada pemkab muba dan dprd
Puluhan warga yang diwakili kepala desa Tanjung raya bersama perangkat desa mendatangi dinas Instansi terkait  bahkan DPRD untuk mempertanyakan proposal yang telah mereka ajukan
Hal itu diungkapkan AR (40) warga desa bersama SM (44) salah satu anggota LPM Tanjung raya,kepada wartawan media ini sabtu (29/12/2018) menyayangkan bila rehab bangunan masjid dan jalan tidak di realisiasikan oleh Pemkab Muba,dengan alasan anggaran tidak cair.Padahal proposal tersebut telah diajukan Februari 2018 kemaren.oleh kepala desa.
“ Kami merasa sangat kecewa apabila pembangunan didesa ini terlambat,Karena tidak disahkannya anggaran untuk pembangunan jalan desa dan renovasi atau perbaikan atap masjid yang telah rapuh dimakan usia dan ini sangat  mendesak.                                                    
untuk itu sangat berharap proposal yang kami diajuhkan bisa segera terealisiasi.pengajuan tersebut sudah lama diajukan sekitar bulan Februari 2018 kemaren.sedangkan ini sudah dipenhhujung tahun 2018  “ Ungkapnya   
Dia menambahkan,upaya yang dilakukan oleh Sulaiman selaku kades dalam membangun desa sudah maksimal tinggal bagaimana dukungan dari berbagai pihak untuk ikut memajukan desa. 
informasi yang kami terima pembangunan masjid yang diajukan tersebut ada kendala namun sangat disayangkan bila tidak didukung oleh pihak pemerintah kabupaten dan perangkatnya.sementara upaya yang telah dilakukan oleh kepala desa kami sangat membantu bagi masyarakat.untuk itu kami sangat membutukan bantuan dari pemerintah daerah dalam hal ini.Tuturnya
Terpisah,Kades Tanjung Raya Sulaiman Hamid.SH.membenarkan hal tersebut. sudah saya ajukan proposal tersebut bahkan sudah pernah dibahas waktu musrenbang ditingkat kecamatan dan proposal itu telah ditandatangani lansung oleh Bupati Musi Banyuasin saat berkunjung ke Tanjung raya beberapa bulan lalu.Tetapi herannya,kenapa anggarannya tidak direalisasikan untuk tahun anggaran 2019.
“ Selaku kades saya bersama perangkat desa sudah mendatangi dinas dan  Instansi.terkait proposal tersebut. Bahkan DPRD Muba juga sudah saya datangi,Namun jawaban DPRD Muba. Itu kelalaian kami, lupa membahasnya saat pengesahan Anggaran. Mereka menjawab seperti itu,sambil menirukan ucapan dprd. 
Tetapi saya terus ditanyai oleh warga terkait proposal pembangunan itu dan selaku kades saya merasa meliki beban moral yang  sangat berat terhadap warga saya “ 
Lebih lanjut Sulaiman juga mempertanyakan,kenapa DPRD Muba,diduga tidak menggubris proposal atau usulan  dari desanya. Sehingga lupa dan tidak dibahas pada rapat pengesahan APBD Kab.Muba,Padahal itu adalah aspirasi dari rakyat.
“ Pengajuan atau proposal itukan aspirasi dari rakyat melalui Kades,kenapa koq bisa sampai lupa dibahas. Ini menjadi pertanyaan saya selaku kades,
Apalagi Proposal itu terdapat dua hal yaitu untuk rehab fisik masjid dan pembangunan jalan desa.Padahal setahu saya,
saat pengesahan R-APBD juga disertai dengan pertimbangan dan faktor-faktor lainya.Seperti peningkatan sumber daya manusia,pengurangan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial,dan peningkatan produktivitas sektor daerah sebagai pedoman dalam penyusunan APBD pada setiap tahun anggaran “ Jelasnya.(rd)

Post a Comment