Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

KAYUAGUNG, KabaRakyatsumsel.com– Pembangunan proyek tol Pematang Panggang – Kayuagung (PPKA) dan Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung) melintasi ratusan hektar lahan di Kabupaten OKI. Di antara lahan yang dilintasi oleh proyek nasional tersebut adalah lahan pertanian (sawah).

Dengan adanya hal ini, pihak Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI mengakui bahwa ada cukup banyak lahan pertanian yang berkurang.

“Memang ada yang berkurang akibat proyek,” kata Sekretaris Dinas, Akhmad Zaini, Jumat (14/12).

Meski demikian, Zaini menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan beberapa hal untuk menyiasati berkurangnya lahan pertanian ini. Di antaranya dengan penambahan cetak sawah dan optimalisasi lahan.

“Untuk cetak sawah sendiri sebenarnya setiap tahun ada penambahan, hanya saja tempat dan luas lahan yang dibuka itu berbeda. Untuk tahun depan (2019) direncanakan 800 hektar lahan akan dilakukan cetak sawah,” ungkapnya.

Diakuinya, untuk di Kabupaten OKI, memang masih ada beberapa wilayah yang masih berpotensi untuk lahannya dimaksimalkan dengan cetak sawah seperti di Kecamatan Air Sugihan, Cengal, dan Sungai Menang.

“Ada juga beberapa kecamatan lainnya, kalau untuk wilayah seperti Tugu Mulyo itu tinggal optimalisasi lahan yang sudah ada,” tuturnya.

“Cetak sawah ini dilihat dulu apakah ada potensinya. Apakah lahan itu belum pernah digarap dan tidak bermasalah, karena ada beberapa lahan yang mungkin masih sengketa jadi tidak mungkin juga kita gunakan,” tambahnya.

Sementara untuk optimalisasi lahan (OPL) Zaini menjelaskan, hal ini adalah memaksimalkan lahan yang sudah ada dengan peningkatan IP. “Jadi misal sebelumnya lahan itu dengan IP 100, jadi IP 200 dan seterusnya. Kalau sebelumnya sekali tanam jadi dua kali tanam,” jelasnya.

Malah, lanjut Zaini, untuk OPL ini pada tahun 2019 lebih banyak dari pada cetak sawah karena OPL ini lahan yang sudah ada. “Untuk itu lahan yang terkena proyek tol tadi sudah tertutupi dengan luas tanam melalui cetak sawah dan optimalisasi itu,” akunya.

Apalagi, lanjutnya, untuk pertanian saat ini sudah didukung dengan alat-alat (alsintan) yang baik mulai dari untuk menanam hingga panen yang tersebar di kelompok tani dan kecamatan (pokja). “Kalau memang dibutuhkan (alat) kita ajukan. Insyaallah aman untuk pertanian dan Holtikultura ini,” tandasnya. ( San)

Post a Comment