Kayuagung, KabaRakyatsumsel.com – Pemerintah Desa (Pemdes) se-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai ketar ketir terkait laporan dari Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Aliansi Indonesia ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pusat. 

Laporan tersebut bahwa ada dugaan yang diselewangkan oleh oknum kepala desa akan laporan akhir tahun kepada Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa (DPMD) OKI.Terkait, dugaan penyalahgunaan dan mark up dana APBDes sejumlah 314 desa dalam 18 kecamatan yang patut diduga merugikan uang negara milyaran rupiah. 

Dijelaskan Ketua DPC BPAN Aliansi Indonesia Kabupaten OKI, Kelana Dewi SP MM, Rabu (5/13) mengakui bahwa, laporan yang dilakukan oleh Kanda Budi selaku Ketua DPC Aliansi Indonesia Kabupaten OKU, terhadap DPMD dan Bupati OKI, tidak ada koordinasi sama sekali di BPAN Kabupaten OKI. 

"Sama sekali kami belum tahu bahwa Kanda Budi melaporkan dugaan penyalahgunaan program dana desa dan anggaran dana desa di OK

Post a Comment