PALI,Kabarakyatsumsel.com–Warga desa Benakat minyak,kecamatan talang ubi, kabupaten penukal abab lematang ilir(PALI), mendatangi lokasi proyek irigasi, kedatangan mereka  untuk protes dengan proyek pembangunan irigasi persawahan yang sedang dikerjakan PT  Bahana Pratama Kontruksi  yang memakan dana 4.893 M dari dana APBD kabupaten PALI tahun anggaran 2018 , proyek tersebut, diduga asal asalan.
Salah satu warga desa Benakat minyak abdullah(55) saat dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan bawasa nya proyek irigasi persawahan yang dikerjakan PT Bahana Pratama Kontruksi ,belum selesai,  melihat dari bangunan tersebut tidak akan bisa bertahan lama. 
"Kami dari warga desa benakat minyak sangat mengkhawatirkan irigasi perasawahan yang dibangun ini karena belum selesai dikerjakan sudah ada terdapat  banyak retakan dibagian dinding irigasi "cetus Abdullah, Jumat (30/11/2018).
Ia juga sangat mengeluhkan dan menilai kerjaan  proyek irigasi dari pekerjaan itu sangat tidak rapi, didiuga karena limbah pengerjaan seperti semen, koral serta material lain nya berserakan mengotori kebun karet milik nya.,akibat dari limbah tersebut kebun milik warga benakat minyak banyak yang rusak ,pohon karet banyak yang terkena dampak limbah dari pada pengerjaan proyek irigasi. Lanjut abdullah lagi. 
Hal yang senada di katakan pemilik lahan kebun karet  lainnya Dalil fajri (28) tokoh pemuda, warga desa setempat yang ikut melihat kelokasi juga mengeluhkan pengerjaan proyek irigasi 
"Proyek irigasi ini dikerjakan hanya sebagian saja dibagian ujung dan pangkal ,sedangkan dibagian tengah ini putus ada nya hambatan ini karena warga pemilik kebun karet yang terkana dampak limbah proyek irigasi persawahan, belum mengizinkan apabila ganti rugi belum tuntas dibayarkan .  "proyek yang menelan dana miliyaran rupiah ini kami khawitrkan terancam putus dibagian tengah,karena sampai sekarang belum juga dikerjakan karena uang ganti rugi tersebut belum dilunasi. jelas dalil.
Saat dilakukan penelusuran oleh  awak media kelokasi ternyata faktanya benar, terlihat banyak retak-retak memanjang dibagikan dinding irigasi, dan terlihat beberapa tanam tumbuh di areal pertanian yang rusak akibat dilalui kendaraan dan alat berat proyek, ditambah lagi limbah material yang berceceran dilahan perkebunan warga serta irigasi tersebut terlihat belum dibangun di bagian tengahnya.
Perangkat desa setempat, Kepala Dusun 3 sudarsono (55) menjelaskan bahwa dalam pengerjaan proyek tersebut dirinya mengaku tidak pernah dilibatkan sama sekali, dari mulai usulan proyek sampai pengerjaannya saat ini.
Dijelaskan nya juga bahwa bangunan irigasi tersebut tidak memiliki sumber air atau embung air, hanya tadah hujan, dan masih ada 2 warga lainnya belum mengizinkan pembangunan irigasi yang melewati sawah warga tersebut terkait ganti rugi yang belum disepakati.
Warga desa berharap uluran tangan dan bantuan Pemerintah, DPRD dan instansi terkait dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini, sehingga warga Desa Benakat minyak mendapatkan bangunan irigasi yang layak serta ganti rugi sesuai yang di harapkan .pungkas sudarsono. 
Saat dihubungi lewat  via telfon dengan nomor  seri 08526xxxxxxx pelaksana pengerjaan proyek Piko untuk dimintai keterangan tentang hal tersebut , tetapi belum ada jawaban.hingga berita ini diterbitkan. (Team Berita).

Post a Comment