PALEMBANG, KabaRakyatsumsel.com — Sebanyak 76 pemuda-pemudi Banyuasin yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Banyuasin, (HIMBA) menggelar pelatiahan dasar berorganisasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wisma Maharani Jalan Tengku Umar Kecamatan Bukit Kecil Palembang. Sabtu (08/12).

Ketua Umum HIMBA, Panji Gribaldy pada kesempatan itu menyampaikan, ini merupakan upaya agar dapat kembali mengangkat harkat dan marwah mahasiswa ditengah era yang semakin maju saat ini.

“Latihan dasar organisasi Himpunan Mahasiswa Banyuasin, kami kali ini bertema menjalin silaturahmi, berkarakter, berkebangsaan, serta sadar fungsi mahasiswa yang berpotensi membangun daerah di era milenial," ujar dia.

"Disini kami sebagai kaum intelektual, kami sebagai mahasiswa merasa penting dan bertanggung jawab untuk turut andil dalam meneruskan kemajuan bangsa, yang setidaknya kami mulai dari Kabupaten Banyuasin. Oleh karenanya kami menggelar silaturahmi kegiatan ini," lanjut dia.

Sementara itu, tokoh pemuda Kabupaten Banyuasin, Emi Sumirta, yang saat ini duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Banyuasin mengapresiasi gerakan Himpunan Mahasiswa Banyuasin (HIMBA) yang getol melakukan silatirahmi dan diskusi bersama kalangan mahasiswa dan pemuda-pemudi asal Bumi Sedulang Setudung.

Emi Sumirta menyampaikan, mahasiswa sangat memiliki peran penting dan turut andil memajukan bangsa dan negara, para pemudalah kedepannya yang bertugas  menyambut tongkat estafet laju pemerintahan di Republik ini.

"Sebagai mahasiswa setidaknya terdapat peran yang melekat dalam usaha pembangunan bangsa ini. Pertama, mahasiswa berperan sebagai intelektual akademisi. Ini merupakan tugas pokok seorang mahasiswa," tegas Emi.

Emi menuturkan bahwa seorang intelektual akademisi hendaknya tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual saja, namun juga memiliki kecerdasan spiritual. Seperti kita ketahui, bangsa ini banyak memiliki orang-orang pintar, namun sedikit memiliki orang-orang yang bermoral. 


Akibatnya terang Emi, banyak sekali kasus-kasus korupsi yang terjadi di negara ini. Ini disebabkan karena segala sesuatu tidak diseimbangkan antara fikiran logika rasional dan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kedua, mahasiswa berperan sebagai pencetus perubahan (creator of change). Mahasiswa intelektual akan menjadi aktor yang akan merubah keadaan bangsa ini ke depan. Apa yang dilakukan mahasiswa saat ini akan menjadi cerminan bangsa pada masa yang akan datang.

Semua itu bermula dari diri kita pribadi. Siapkah kita menjadi creator of change bagi kemajuan bangsa ini?. Tentu tidaklah mudah menjadi creator of change di tengah gejolak multidimensi seperti sekarang ini. Tapi ini merupakan suatu keharusan dan tugas mutlak dari seorang mahasiswa.

Ketiga, mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan (Iron Stock). Waktu terus menerus bergulir. Tak akan ada yang mampu menghentikannya. Regenerasi para pemimpin-pemimpin bangsa menjadi suatu keniscayaan. Begitu pula dengan kelangsungan kehidupan suatu bangsa. 

Bangsa ini membutuhkan regenerasi baru. Mengganti para generasi terdahulu dengan generasi baru. Mahasiswa disiapkan untuk menjadi pemimpin di masa depan. Mahasiswa harus siap dengan segala tuntutan untuk mengemban amanah menjadi pemimpin masa depan.

Keempat, mahasiswa berperan sebagai Social Control. Mahasiswa dengan gagasan dan ilmu yang dimilikinya berperan untuk menjaga dan memperbaiki nilai dan norma sosial yang ada dalam masyarakat. 

Mahasiswa mampu menyumbangkan gagasan-gagasan kretifnya untuk merubah keadaan bangsa menuju kondisi ideal yang dicita-citakan. Terang Emi Sumirta usai mengikuti silaturahmi bersama Himpunan Mahasiswa Banyuasin yang diikuti sekitar 76 Mahasiswa asal bumi sedulang setudung.

Di Kabupaten Banyuasin jelas Emi, saya sangat mengharapkan HIMBA yang merupakan himpunan mahasiswa banyuasin artinya kumpulan  anak muda yang intelek seyogya nya mampu ikut berkontribusi dan mengambil bagian dalam proses pembangunan di Bumi Sedulang Setudung  dengan tanpa meninggalkan jati diri seorang mahasiswa yang berjiwa kritis.

"Saya berharap pemerintah banyuasin untuk mensuport dan mendukung HIMBA,  saya sangat prihatin ketika mendengar keluhan dari pengurus dan panitia krn tdk ada satupun perwakilan dari pemerintah banyuasin terlibat dlm acara ini…bahkan mrk berharap acara ini dibuka resmi oleh pemerintah Banyuasin….semoga di tahun" berikut nya tidak terulang lagi, “harap dia. (Adam)

Post a Comment