Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

PALI, Kabarakyatsumsel.com, pembangunan irigasi  tentu untuk suatu kemajuan daerah, karena irigasi bermanfaat membantu pembasahan tanah yang curah hujan nya kurang,Diwilayah persawahan

Bicara tentang irigasi pembangunan irigasi bertujuan untuk menambah(Suplesi) kekurangan pada lahan pertanian yang diperoleh dari air hujan atau air tanah,hingga bantuan dari irigasi ini dapat menghasilkan panen padi yang sesuai. 

Sama hal nya pembangunan irigasi di Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi kabupaten penukal abab lematang ilir(PALI),pantas diberi aplus setinggi tinggi nya, namun dengan pengerjaan irigasi ini banyak terdapat kejanggalan.

Kejanggalan tersebut terluak fakta saat awak media Turun langsung kelokasi pembangunan irigasi yang sudah selesai dikerjakan, saat dilihat ada keanehan terdapat pintu air yang sangat tinggi, pintu air yang gantung,kemudian ada  beberapa retakan,dan juga ketebalan dinding nya berpariasi ada 7 cm sampai 10 cm. 
Bahkan yang buat terkejut diirigasi itu tidak didapati lahan persawahan. 


Sedangkan lebar irigasi itu 197 cm tidak sampai 2 meter, untuk ketinggianya dari permukaan air sampai ke atas hanya 110 cm, dan pungsi irigasi itu menjadi tanda tanya besar ,karena di sekeliling irigasi hanya ada kebun karet warga dan lahan persawahan yang tidur, di lihat di lapangan juga telah di tubuhi rumput liar.

Sorot mata dilapangan proyek itu diduga di kerjakan asal  jadi, oleh pihak Kontraktor /pemborong, kalau bangunan di buat seperti itu seolah hanya buang - buang uang negara saja.

Disinila fungsi dari dinas terkait untuk mengingatkan para rekanan kerja agar lebih teliti dalam pelaksanan untuk pengerjaan irigasi tersebut

Seorang warga sekitar (NP) Saat dikonfirmasi awak media mengatakan Kontraktor/Pemborong yang mengerjakan Proyek irigasi tersebut bernama ACANG Beralamat Sekayu,

"coba mas konfirmasi kontraktornya atau pengawas lapangan nya kami tidak tau hanya tau Disini ada pembangunan irigasi, Jelas nya singkat,


Terpisah Ir. Etty Muniarti Kadin PU PALI, saat di konfirmasi awak media pada hari selasa (25/12/2018) , melalui Whatshap dia menerangkan terkait daerah irigasi itu sudah terdaftar di kementrian PU, jadi bukan kita yang meng ada-ada hanya sekarang pemerintah berkeinginan mengaktifkan kembali sawah - sawah yang sudah ditinggalkan, dan itu langsung dari kementrian PU."Tulis ny dalam pesan WA. 

Heru Martin mantan kepala desa talang akar

Saat dihubungi via telpon suara ,Rabu (26/12/2018) , menjelaskan
emang benar  didesa nya ada pembangunan irigasi saat masih menjabat kepala desa,kini ia tidak lagi menjabat lantaran mengundurkan diri,

"Ya mas emang benar ada pembangunan irigasi waktu sama masih menjabat jadi kepala desa talang akar,tapi saya tidak tau untuk masalah ganti rugi/Tali asih  itu pihak dari kontraktor nya sendiri buat perjanjian sama warga yang kebun karet nya terkena dampak dari pembangunan irigasi tersebut,
Pungkas heru. 

Saat awak media mencoba untuk menghubungi kontraktor pengerjaan irigasi tersebut  dengan via whatshap nomor 08127815XXXX untuk konfirmasi namun Pesan Whatshap hanya dibaca saja tidak ada jawaban hingga berita ini diterbitkan.
(Sendi/Team Berita).  

Post a Comment