BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Pemerintah Kabupaten Banyuasin kembali mendapat bantuan 10 unit motor angkutan sampah yang diserahkan oleh Ilham Malik Staf Ahli Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK-RI) dan Nazarudin Kiemas anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDIP.



Bantuan sarana transportasi ini merupakan Program menyongsong Indonesia Bersih Sampah 2025 yang diterima langsung oleh Bupati Banyuasin H Askolani di pendopoan rumah dinas Bupati, Senin (3/12) Pukul 10.00 WIB.



Bupati Banyuasin H Askolani mengatakan bantuan motor angkutan sampah ini sangat dibutuhkan untuk menunjang kerja petugas kebersihan dalam mengelola sampah di banyuasin. Sebab, semakin banyak armada angkutan sampah harapan kedepan lingkungan masyarakat terbebas dari sampah.



“Saya ucapkan terimakasih atas bantuan ini. Apalagi selama ini telah banyak memberikan bantuan berupa Sumur Bor dan Listrik,” ucap Askolani dihadapan peserta sosialisasi pengolaan Bank Sampah beserta Camat, Lurah dan Kepala Desa yang menerima bantuan armada angkutan sampah, Senin (3/12).



Lanjut Bupati Banyuasin, masalah sampah di Kabupaten ada sekitar 60 ribu ton, namun yang bisa di kelola dan diolah sekitar kurang lebih 20%, semua ini dikarenakan kurangnya fasilitas, jika tahun depan dapat ditingkatkan Kabupaten Banyuasin siap dalam pengolaan infrastruktur hijau menuju Indonesia bersih sampah 2025 tercapai.



“Kami kemarin ke Korea Selatan dengan APBD 3,5 triliun mereka sudah mampu menciptakan pengolaan sampah, seperti didaur ulang, sampah yang bisa menjadi pembangkit tenaga listrik dan pupuk. Kelemahan Kab.Banyuasin bukan hanya di biaya dan anggaran namun kurang juga SDM,”jelas dia.



“Oleh sebab itu kepada pak Mentri dan DPR RI Kami minta batuan dana, fasilitas dan teknologi, agar pejuang lingkungan hidup (petugas pemungut sampah) yang ada sekarang ini mendapat gaji yang pantas dan standar, sesuai motto kita Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera,” tegas dia.



Sementara itu, Ilham Malik staf Ahli Kementrian LHK RI menegaskan penyerahan motor angkutan sampah dan pelatihan pengolahan bank sampah merupakan kerja nyata antara Kementrian, Komisi VII DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Meskipun masih ada PR sekitar 80% soal sampah, yang paling penting itu bagaimana cara menangani sampah tersebut.



” Kementrian berusaha mendidik masyarakat dengan pengolahan bank sampah , masyarakat jangan hanya mengumpulkan sampah namun harus bisa mengolah sampah agar dapat bermanfaat dan meningkatkan penghasilan tambahan, kedepan kementrian tidak hanya membantu 30 unit motor saja, ( 20 unit yang sudah diserahkan sebelumnya) namun akan berusaha bervariasi bantuan tidak hanya motor sampah bisa jadi tahun berikutnya mobil dan lain-lain,” terangnya.



Hal senada dikatakan DPR RI Komisi VII Nazarudin Kiemas Fraksi PDIP, jika Banyuasin merupakan kabupaten yang paling sering dikunjungi serta kabuaten yang pling banyak yang dapat bantuan.



“Saya melihat Banyuasin ini satu-satunya Kabupaten penyangga Provinsi Sumatera Selatan, karena itulah saya berikan perhatian lebih, seperti listrik masuk desa, motor sampah, pohon dan pembuatan pupuk, serta sumur bor,”katanya.



“Banyuasin harus siap sebagai pengolah sampah besar sebagai penyanggah kota, semoga bantuan-bantuan tersebut dapat berguna bagi masyarakat Kabupaten Banyuasin dan terwujudnya Indonesia Bersih sampah 2025.” tambah dia. (Adam)

Post a Comment