Ads (728x90)

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">

Kayuagung, KabaRakyatsumsel.com-- Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra SH SIk MM memimpil apel gelar pasukan Operasi Lilin Musi 2018, dihalaman Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (21/12/2018).

Pelaksanaan operasi lilin tadi, berjalan lancar meskipun hujan mengguyur Bumi Bende Seguguk tak mrmbuat surut pasukan dari jajaran Polres OKI, Dandim 0402/OKI dan Dinas Perhubungan serta Pasukan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten OKI.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra, SH SIk MM yang memimpin apel gelar pasukan tersebut menyampaikan amanat tertulis Kapolri Jenderal Polisi Prof H Muhammad Tito Karnavian PhD didampingi Dandim 0402/OKI Letkol Inf Riyandi.

Dalam pidato yang dibacakan AKBP Donni menyebutkan, sebagaimana kita ketahui, situasi menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun merupakan momen yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, karena diiringi pula dengan penetapan Iibur nasional,” ucap Donni di hadapan pasukan Lilin Musi 2018.

Masih kata Donni yang membacakan amanat Kapolri, realitas ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan bermasyarakat. Seperti terjadinya peningkatan intensitas kegiatan masyarakat, mobilitas moda transportasi, serta peningkatan demand terhadap kebutuhan pokok khususnya bahan pangan. Kondisi ini memunculkan potensi kerawanan yang harus menjadi perhatian kita bersama.

“Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan konsolidasi bersama sembari mengecek kesiapan pengamanan, serta menyamakan persepsi, agar pengamanan dapat berjalan dengan lancar. Soliditas dan sinergisitas yang baik diantara para pemangku kepentingan, menjadi salah satu kunci utama yang harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan,” katanya.

Dalam kaitan tersebut, disampaikannya, Polri bersama segenap jajaran TNI dan stakeholders terkait Iainnya menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi ‘Lilin 2018”, yang melibatkan 167.783 personel pengamanan.

Operasi kepolisian terpusat ini dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 23 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019, kecuali pada 13 Polda prioritas I yakni Sumut, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, Sulut, Maluku, NTT, dan Papua. Dimana kegiatan operasi akan digelar selama 12 hari terhitung sejak 21 Desember 2018.

“Polri telah menginventarisir beberapa potensi kerawanan, diantaranya kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, potensi aksi terorisme, sweeping ormas dan aksi intoleransi, kecelakaan moda transponasi baik darat, laut, maupun udara, ketersediaan dan stabilitas harga pangan, serta kemacetan dan kecelakaan Ialu lintas,” ujarnya.

Peningkatan intensitas kegiatan masyarakat, katanya lagi, akan memunculkan potensi meningkatnya kejahatan konvensional seperti begal, premanisme, maupun aksi street crimes seperti pencurian, pencopetan, dan sebagainya. Meski upaya cipta kondisi seperti Operasi Zebra dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran kejahatan jalanan, premanisme, penertiban penyakit masyarakat, miras dan petasan telah dilaksanakan.

“Namun demikian, keberadaan pos-pos pengamanan dan pelayanan tetap harus dilakukan. Disamping itu pula, penegakan aturan terkait tempat hiburan dan penjualan minuman beralkohol perlu dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah setempat,” tegasnya.

Paur Subbag Humas Bagops Ipda Suhendri SH menambahkan, setelah apel Operasi Lilin Musi 2018 ini, pihak melakukan pemusnahan barang bukti minuman keras sebanyak 1.928 botol, 18 drigen tuak, dan 10 botol mineral berisikan tuak juga dimusnahkan.

"Ribuan botol miras berbagai macam merk, langsung kita musnahkan dan disaksikan pemerintah daerah," tandas Suhendri. ( San)

Post a Comment