BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com– Kementerian Agama Kabupaten Banyuasin belum bisa memastikan berapa jumlah satuan pendidikan khususnya madrasah untuk siap menyelenggarakan Ujian Nasional Berbsis Komputer (UNBK) tahun pembelajaran 2018/2019.

Penyebabnya, kata Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuasin M Arkan Nurwahidin melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, M Badrut Tamam MSi, karena masih terhalang dengan koneksi jaringan internet, khususnya di wilayah perairan.

“Berdasarkan rapat dilakukan Kemenag  dengan sejumlah Madrasah Aiyah (MA) dan Madrasah Tsanwiyah (MTs) baik negeri maupun swasta beberapa waktu lalu, banyak madrasah sudah menyatakan siap untuk menyelanggarakan UNBK,” ujar dia. Jum'at (16/11).

Hanya saja, mereka harus kemana mencari jaringan internet, sedangkan di wilayah perairan susah dijangkau jaringan. “Jangankan jaringan untuk UNBK, jaringan untuk memakai hanphone saja tidak ada sinyal,” ucap dia.

Menurut dia, untuk wilayah daratan atau pinggiran kota memang sudah ada madrasah sudah menyatakan siap untuk menyelenggarakan UNBK tahun depan, namun hingga sekarang belum bisa didata secara keseluruhan, karena baru menyatakan secara lisan saja.

"Data madrasah yang akan menyelenggarakan UNBK memang belum tercatat secara keseluruhan, namun diyakini ada beberapa madrasah sudah menyatakan siap UNBK, seperti Madrasah Aliyah Negeri MAN 1 Banyuasin,” kata dia.

Sedangkan madrasah swasta lainnya, Madrasah Qudratullah, Madrasah Almasri, MTS Negeri, dan sejumlah madrasah lainnya di wilayah daratan memang sudah menyatakan siap UNBK,” tegas dia.

 Sejumlah Madrasah mengaku, kata dia, untuk sarana komputer mereka tidak mengalami kesulitan, karena rata-rata guru sudah memiliki komputer, bahkan untuk sarana server juga tidak mengalami kesulitan, tapi yang jadi persoalan klasik masalah jaringan internet.

“Kita sangat mengapresiasi sejumlah madrasah di Kabupaten Banyausin sudah  menyatakan siap untuk menyelengarakan UNBK, tapi meraka hanya bisa berharap untuk kedepannya, jaringan internet tidak lagi menjadi kendala,” pungkas dia.  

Tentunya untuk penyelenggara UNBK perlu kerjasama dengan dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Banyuasin. “Bila data madrasah yang siap menyelenggarakan UNBK valid, baru kita akan melaporkannya ke Disdikporapar Banyuasin dan Kemenag Provinsi,” kata dia. (Adam).

Post a Comment