BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Dalam upaya menekan angka kematian karena rendahnya mobilisasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin menggar
kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Hidup Dasar Pada Keadan Gawat Darurat Public Safety Centre (PSC) 119 Sedulang Setudung.

Kegiatan tersebut bertempat di Auditorium Pemkab Banyuasin Komplek Perkantoran Jalan Lingkar Sekojo Pangkalan Balai Provinsi Sumatera Selatan. Kamis (13/11) pukul 09.30 WIB s.d 12. 30 WIB.

Turut hadir pada acara tersebut Sekdin Kesehatan dr. Hj. Reni Sahara M.kes, Ketua PPNI sekaligus Ketua Hibagi Provinsi Sumsel H.Subahan, S.KM, M.kes, Ketua PPNI Kabupaten Banyuasin Andi Mustofa, S.Kam, Tim Instruktur Simulasi Bantuan Hidup Dasar Kegawatdaruratan dari PPNI Sumsel 8 orang dan seluruh OPD, Kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan serta 200 Peserta lainnya.

Sekdin Kesehatan dr. Hj. Reni Sahara, M.Kes dalam sambutannya menerangkan bahwa konsep PSC 119 untuk penanganan gawat darurat seperti sakit jantung, kecelakaan, dan lainnya yang memerlukan penanganan medis secepatnya.

Ia mengatakan apabila ada warga di daerah itu yang sakit dan memerlukan penanganan medis secepatnya maka mereka dapat menghubungi 119 melalui telepon genggamnya.

Pada saat itu, jelas dia, pusat layanan akan mengangkat telepon tersebut dan warga hanya perlu mengatakan "saya butuh pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit" maka PSC 119 akan langsung berkoordinasi dengan puskesmas yang terdekat dengan warga itu.

"Untuk mengetahui keberadaan warga itu kita gunakan kecanggihan teknologi sekarang sehingga mobil ambulans puskesmas terdekat dapat menjemputnya," terang dia dalam sambutannya saat membuka acara tersebut.

Setelah mobil ambulans tiba di lokasi maka warga tersebut akan dibawa ke rumah sakit yang sebelumnya telah dikoordinasikan oleh PSC 119 guna mempersiapkan keperluan medis untuk menangani warga tersebut. "Yang pasti biayanya akan ditanggung pemerintah karena sifatnya darurat," kata dia.

Pembentukan program tersebut juga sebagai antisipasi untuk mengurangi angka kematian karena kecelakaan di daerah itu terlebih kabupaten tersebut merupakan jalan lintas antara Palembang dengan Jambi sehingga sering terjadi kecelakaan.

"Dari 100 persen angka kematian karena kecelakaan 70 persen di antaranya disebabkan oleh keterlambatan penanganan sehingga diperlukan upaya untuk menekan angka tersebut," sebut dia.

Ia menerangkan kantor PSC 119 tersebut akan dibuat secepatnya di dekat Kantor Dinas Kesehatan di komplek perkantoran Pemkab Banyuasin dan dana berasal dari pemerintah pusat."Untuk transportasi mencukupi karena ada satu mobil ambulans di setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Banyuasin," kata dia.

Ia menjelaskan apabila program tersebut terealisasi maka hal ini akan menjadi yang pertama di Kabupaten Banyuasin."Tujuan khusus peserta dapat mengidentifikasi tanda dan gejala henti nafas dan henti jantung serta peserta dapat mengatasi henti nafas dan henti jantung dengan teknik PHD".jelas dia.

Jika pada suatu keadaan ditemukan korban dengan penilaian Dini terdapat gangguan tersumbatnya jantung nafas tidak ditemukan adanya napas dan atau tidak ada nadi maka penolong harus segera melakukan tindakan yang dinamakan istilah bantuan hidup dasar (BHD) dan kecelakaan tidak memandang waktu, orang dan tempat pisah saja insiden pisah terjadi di sekitar lingkungan kita (tempat kerja maupun di rumah).

"Apabila terjadi insiden kita dapat melakukan pertolongan pertama maka dari itu perlunya peran petugas non medik juga dapat melakukan pertolongan BHD.  Kecepatan pertolongan pertama pada korban sangat menentukan keselamatan jiwa gila keterlambatan pertolongan akan membuat kondisi bertambah fatal".Tegas dia.

Dari pantauan media ini terlihat Materi atau perktek tentang pertolongan pertama kepada korban yang dipraktekkan langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yang disaksikan oleh para peserta. (Adam)

Post a Comment