Kayuagung, KabaRakyatsumsel.com - Petani nelayan di Desa Tanjung Menang, Teloko, dan Desa Tanjung Serang Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengeluhkan limbah yang diduga dari perkebunan kelapa sawit milik PT Rambang Agro Jaya (RAJ), yang menyumbat aliran Sungai Lebak objek lelang Pematang Pedang.

Limbah berupa akar dan potongan kayu serta eceng gondok yang diduga sengaja dibuang melalui aliran air dari kanal-kanal yang dibuat perusahaan tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Sehingga menutupi arus transportasi sungai bagi warga yang mengendarai kendaraan perahu, dan ketek sebagai pencari ikan dan kayu. Akibat limbah tadi, perahu sulit melintas hingga berjam-jam baru bisa.

Sukarman (60), warga Desa Teloko, Kecamatan Kayuagung mengatakan, limbah tersebut diduga memang sengaja dibuang dari areal perusahaan menuju Lebak Objek. Karena kanal perusahaan di musim hujan ini sebagian jalur sengaja dijebol agar air dilokasi perkebunan keluar, menghindari kebun sawit kebanjiran.

"Jadi perusahaan ini membuka pintu air dari kanal untuk mengurangi debit air di lahan perkebunan mereka, sehingga material yang berada di aliran kanal itu menyumbat aliran Lebak Objek," ujar Sukarman saat ditemui di lokasi, Selasa (20/11/2018).

Dampak dari sumbatan aliran air di Lebak Objek tersebut, perahu ketek warga yang ingin melintasi tumpukan sisa pembuangan potongan kayu menyebabkan jalan sungai tertutup sepanjang 800 meter dengan lebar anak sungai 6 meter.

"Ya terpaksa mendayung secara manual, kalau mesin dihidupkan takut rusak akibat benturan dengan kayu-kayu dan gumpalan eceng gondok itu pak," terangnya seraya mengatakan, jika waktu tempuh normal hanya sekitar 10 menit, sekarang akibat limbah tersebut harus menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk melewati sampah, limbah perusahaan.

Senada dikatakan Dedi Yanto, warga Desa Tanjung Menang Kayuagung. Menurutnya, lokasi yang sekarang dipenuhi limbah buangan perusahaan perkebunan kelapa sawit itu merupakan satu-satunya akses menuju lokasi berkarang dan lahan persawahan.

"Ya setiap harinya mau tidak mau harus menempuh jalur ini, karena satu-satunya akses transportasi air, jalur darat tidak ada. Kami minta pihak perusahaan bertanggung jawab, dan harus membersihkan material limbah tersebut," pintanya.

Demikian, pihak pemerintah harus memperhatikan jalur sungai, karena sama saja kerusakan jalan yang kami alami saat ini. "Kami harapkan perhatian pemerintah agar jalur sungai diperhatikan. Begitu juga pihak perusahaan jangan asal buang sisa kotoran perkebunan ke sungai," harap Dedy yang juga anggota dari DPD Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Kabupaten OKI.

Sementara itu, Manager PT RAJ, Rukiyat saat dihubungi melalui telepon seluler di nomor 0853-5323-2874, tidak memberikan jawaban. Sedangkan Camat Kayuangung, Dedy Kurniawan SSTP mengaku, dirinya belum lihat ke lapangan secara langsung, nanti akan dilihat bersama Dinas Lingkungan Hidup guna memastikan apakah betul limbah perusahaan yang dimaksud dan apa betul menyebabkan sulit bekarang.

"Kalau eceng gondok dan potongan kayu gabus, darimana yang menyebabkan perahu nelayan yang akan mencari ikan sulit melintas," tegasnya seraya menyebutkan, pihaknya akan menyelidiki juga apakah benar limbah tersebut dari PT Rambang Agro Jaya. (Hasan)

Post a Comment