Kayuagung, KabaRakyatsumsel.com-- Perwakilan warga Desa Sritanjung Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melaporkan Kepala Desa (Kades) Sritanjung Abdul Halif SPd, ke pihak Polres OKI. Lantaran, diduga tidak memberikan tunjangan perangkat desa.

Informasi yang dihimpun, Jumat (30/11/2018) menyebutkan bahwa, ada dugaan penyelewangan dana desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dilakukan oleh Kades Seritanjung yang tidak memberikan uang tunjangan terhadap perangkat desa.

Tak hanya itu, anggaran pembangunan desa juga diduga tidak terealisasi. Begitupun uang pembinaan masyarakat, kegiatan tunjangan hansip, sarana prasarana karang taruna, dan pemberdayaan masyarakat.

"Pemerintah Desa Sritanjung Kecamatan Tanjung Lubuk ini, telah memanfaatkan tugasnya untuk memperkaya diri sindiri dengan tidak memberikan tunjangan kepada perangkat desa," kata M Yusuf selaku warga Desa Sritanjung.

Dirincikan Yusuf, jenis kegiatan yang tidak terealisasi penghasilan tetap dan tunjangan pemerintah desa, tunjangan BPD, tunjangan lemnaga adat, tunjangan lembaga LPMD, insentif rukun tetangga (RT), tunjangan RW, operasional pemerintah desa, operasional BPD.

"Untuk jenis kegiatan lainnya seperti, pembangunan gudang desa, jalan lingkungan, siring lingkungan, mobiler PAUD, penguatan modal koperasi desa, bantuan kesejahteraan guru PAUD, bantuan kegiatan posyandu," jelas Yusuf.

Adanya persoalan penyelewangan dana desa, terhadap tunjangan karang taruna diakui oleh Ketua Karang Taruna Hasan Basri bahwa memang, pihak desa tidak pernah memberikan tunjangan terhadap kegiatan karang taruna.

"Sejak dipimpin Kepala Desa Abdul Halif tidak pernah menerima tunjangan Karang Taruna," tutur Hasan bersama warga lainnya yang menyambangi kantor PWI Kayuagung, terkait laporan mereka ke pihak penyidik Polres OKI.

Ketika ditanya, laporan dugaan penyelewangan tunjangan perangkat desa kapan dilaporkan kepihak kepolisian. "Laporan ini sudah 3 bulan yang lalu dilaporkan. Namun hingga saat ini belum ada tindaklanjutnya," tutur Hasan yang menirukan bahwa berdasarkan pengakuan penyidik di Polres OKI, pihak kades sudah dilakukan pemanggilan secara lisan.

Terpisah Kepala Desa Abdul Halif ketika dikonfirmasi wartawan menyebutkan, semua itu tidak benar. Karena tunjangan perangkat desa semua masuk dalam rekening perangkat desa masing-masing. Terkait pemanggilan pihak Polres OKI, hingga kini belum ada.

"Saya belum pernah dipanggil secara lisan maupun tulisan dari pihak penyidik Polres OKI," tandas Abdul seraya mengakhirnya kalimatnya dengan kata sudah dulu pak. (SF )

Post a Comment