BANYUASIN — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru meninjau progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin. 

Gubernur didampingi Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet, SH langsung meninjau dermaga Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Api-Api. “Saya ingin melihat secara langsung kondisi wilayah dan kondisi masyarakat, khususnya Pelabuhan Tanjung-Api-Api dan KEK,” kata Herman Deru, Senin (12/11).

Dikatakan dia bahwa nama Tanjung Api-Api ini sudah lama dia dengar, sejak saya remaja. Sejak zaman Gubernur Ramli Hasan Basri, kawasan ini direncanakan. Berlanjut hingga ke Gubernur Rosihan Arsyad, dan mulai dibangun Gubernur Syahrial Oesman, hingga ke Gubernur Alex Noerdin.

"Saya ingin cerita itu menjadi kenyataan, kawasan ini menjadi kawasan sesuai apa yang dicita-citakan kita bersama,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru

Menurutnya dengan terealisasinya KEK TAA, akan  berimbas pada pertumbuhan ekonomi luar biasa, menambah pendapatan negara, juga menyerap ribuan lapangan tenaga kerja. Untuk itu, lanjutnya, agar tujuan pembangunan dapat terlaksana dengan cepat, perlu dukungan dari masyarakat.

Saat ini pembangunan KEK Tanjung Api-Api terbentur pada masalah pembebasan lahan, menurutnya muncul harga baru yang diluar harga pasaran. Untuk itu perlu disosialisasikan kepada masyarakat mengenai harga jual yang realistis agar proses pekerjaan tidak terhambat. Dikatakannya, perlu duduk bareng antara masyarakat dan pihak terkait untuk bermusyawarah.

Mantan Bupati OKU Timur 2005 – 2015 ini mengungkapkan rasa  terima kasih kapada Pemkab Banyuasin atas dukungannya dalam merealisasikan beberapa pembangunan kawasan ini. “Saya harap Pihak Pemkab Banyuasin dapat membuat terrobosan kemudahan perijinan bagi investor yang akan masuk ke kawasan KEK,” kata Deru

“Sudah saya lihat Apa yang sudah dilakukan apa yang sedang dilakukan dan apa yang akan direncanakan. Semua akan kami pelajari terlebih dahulu. Selanjutnya akan segers saya panggil pihak terkait untuk membahas lebih lanjut apa yang harus dilakukan. Untuk sementara kita fokus memajukan dan meningkatkan apa yang sudah ada, semisal Peningkatan Pelabuhan Penyeberangan dan Peti Kemas,” pungkasnya

Sementara, Dikatakan Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet, SH KEK Tanjung Api-Api memiliki keunggulan geostrategis yaitu sebagai pintu gerbang kegiatan ekspor/impor wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan sekitarnya. Aksesibilitas KEK Tanjung Api-Api ditunjang dengan infrastruktur pendukung yang telah tersedia, seperti akses Pelabuhan Tanjung Api-Api yang memudahkan pergerakan dari dan menuju KEK Tanjung Api-Api.

“KEK Tanjung Api-Api ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2014 dan berlokasi di Provinsi Sumatera Selatan. KEK Tanjung Api-Api memiliki keunggulan geoekonomi yaitu berada di wilayah penghasil karet dan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Selain potensi daerah di sektor agro, KEK Tanjung Api-Api juga memiliki potensi sumber daya alam gas bumi dan batu bara yang melimpah,” jelas Wabup Slamet

Luasan lahan KEK TAA yang disediakan mencapai 2.030 hektare dan akan dibagi menjadi 215 blok atau kavling. Sementara kawasan Tanjung Carat disediakan 2.300 hektare dengan pembagian 130 kavling.

Pemprov telah membentuk badan usaha milik daerah, yakni PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) untuk mempercepat pembangunan kawasan tersebut, termasuk pembebasan lahannya. Namun, untuk pembebasan lahan selanjutnya diserahkan pada pihak ketiga yang kesemuanya dilakukan PT SMS.

Turut mendampingi Kapolda Sumsel, Kajati Sumsel, Ketua Pengadilan Tinggi, Danlanal Palembang, Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet, SH., Dandim 0430 Banyuasin, Para Pejabat Pemprov Sumsel, Kepala Bappeda dan Litbang Ir. H. Zulkifli Idrus, M.TP., Kadishub H. Supriadi, SE., M.STr., Kadisnakertrans, Kadis PTSP Ir. Babul Ibrahim, Kadis Perkimtan, Mantan Bupati Banyuasin Ir. SA. Supriono, MM. (Adam/rell)

Post a Comment