MUARA ENIM, KabaRakyatsumsel.com-Setelah sepekan sempat menjadi buronan, akhirnya Ayu Fitriani (41) warga Dusun Sukarda, Desa Suka Menang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, yang membawa lari Laila (2,5) yang masih tetangganya, berhasil dibekuk di rumah kontrakannya, di Desa Sukarda, Kelurahan Sukamenang, Kecamatan Gelumbang, Kabuapten Muaraenim, Sabtu (3/11/2018).

Sedangkan suaminya Hasan (43) warga Desa Sukarda, Kecamatan Gelumbang, Kabuapten Muaraenim, yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang las, telah lebih dahulu ditangkap.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, bahwa kejadian tersebut berawal ketika pelaku Hasan memperistri pelaku Ayu Fitriani dengan nikah siri. Semenjak itu, antara pelaku dan korban kenal karena tempat tinggalnya bersebelahan sehingga sudah seperti keluarga sendiri.


Sedangkan korban Laila tinggal dengan neneknya Sainem karena kedua orangtua Laila bekerja di Batam. Kemudian, pada hari Jumat (26/10) sekitar 07.30, pelaku Ayu Fitriani bersama suaminya Hasan datang ke rumah korban untuk berpamitan ke KM 32 Indralaya dengan alasan akan menemui anak angkatnya sebentar sambil meminta izin membawa korban Laila.

Karena pelaku sudah dikenalnya dan apalagi pelaku berjanji hanya sebentar balik hari, akhirnya Sainem yang merupakan nenek korban, mengizinkannya.

Kemudian pelaku Hasan, mengantarkan pelaku Ayu Fitriani yang mengendong cucunya Laila ke jalan arah Palembang hingga naik Bus jurusan Palembang, sedangkan pelaku Hasan kembali lagi ke rumahnya. Setelah itu, hingga sampai sore dan malam hari, ternyata cucunya tidak kunjung pulang.

Kemudian pelapor (Sainem) mencoba mencaritahu dengan menanyakan ke suaminya pelaku Hasan tentang keberadaan cucunya tetapi ia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Karena khawatir dengan keselamatan cucunya, akhirnya ia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gelumbang.

Atas laporan tersebut, Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono bersama Kanit Reskrim Ipda Nasron dan anggota reskrim, langsung mengamankan langsung pelaku Hasan di rumahnya. Dari hasil penyelidikan, petugas mendapatkan informasi dari keluarga korban bahwa pelaku sedang berada di jalan jalur 17, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin.

Lalu petugas langsung meluncur ke lokasi tersebut, namun setelah didatangi pelaku telah pergi menuju ke rumah orangtua angkatnya di daerah Kayuagung, Kabupaten OKI. Petugas pun tidak putus asa, langsung menuju ke lokasi tersebut dan setelah sampai di sana ternyata pelaku sudah tidak ada lagi pergi entah kemana.



Setelah beberapa hari kemudian, petugas mendapatkan informasi warga bahwa pelaku terlihat di jalan batu bara, Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, menuju ke rumah kontrakannya untuk mengambil pakaiannya.

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung menuju ke lokasi kontrakkan rumahnya setelah sampai didekat lokasi petugas melihat ada seorang perempuan yang sedang berjalan kaki sambil menggendong seorang balita.

Melihat hal tersebut, petugas langsung mendekati dan mengamankan orang yang dicurigai tersebut dan setelah diintrogasi pelaku akhirnya mengaku jika dirinya yang telah membawa lari Laila.

Mendengar hal tersebut, petugas langsung mengamankan pelaku dan anaknya ke Mapolsek Gelumbang, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner melalui Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono didampingi Humas Polres Muaraenim Iptu Ade, saat ini, dua tersangka penculikan telah diamankan bersama barang bukti
satu tas yang berisi pakaian milik korban dan milik tersangka.

Untuk korban Laila telah diserahkan kembali ke orangtuanya. Dari interogasi penyidik, dari pengakuan tersangka Ayu Fitriani agak berbelit-belit dan terkesan tutup mulut, tetapi ia mengakui membawa lari korban karena kepingin punya anak sebab tersangka tidak mempunyai anak.

Namun dari informasi di lapangan, bahwa korban sempat ditawarkan ke warga untuk dijual tetapi tidak ada warga yang mau membelinya sehingga tidak laku-laku. Pada saat ditemukan, korban Laila sangat lelah seperti kurang tidur dan kurang asupan serta tidak terawat. Atas perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal 83 Jo 76F UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak.



Post a Comment