BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com -- Rehab ruang rapat Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah yang diusulkan dari dana APBD- P tahun 2018 sebesar Rp.190 juta kini sudah mulai dikerjakan walau masih menunggu persetujuan dari kepala dinas.

"Ruang rapat tersebut memang perlu perehaban karena di butuhkan tempat yang presentatif guna mendukung kegiatan di dinas perpustakaan dan arsip daerah banyuasin," jelas pejabat pelaksana Siswa Budiman beberapa waktu lalu.

Menurut Budiman, rehab ruang rapat itu telah diusulkan dari anggaran APBD Peruhaban tahun 2018 sebesar Rp. 190 juta. Terkait blum dipasangnya papan plang kegiatan jelas dia, karena dananya belum turun jadi belum dikerjakan pihak ketiga.

"Belum ada papan plang proyek terkendala dana yang belum turun, jadi belum ada CVnya juga yang mengerjakan. Ya masalahnya itu, dana belum turun jadi belum bisa dikerjakan," kata dia.

Hal tersebut dipertegas Sekdin Perpustakaan dan Arsip Daerah Dedi Antoni, terkait dana rehab ruang rapat belum turun. Menurutnya dananya memang benar - benar belum turun.

Dia juga menyebutkan bahwa Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah dalam hal ini Pak Senen Har, ingin meninggalkan kenangan baik walau hanya sebagai pejabat pelaksana tugas. Untuk itu ruang rapat tersebut diusulkan direhab.

"Masih menunggu persetujuan pimpinan, harapannya pak Kadis (Senen Har - red) dengan direhabnya ruang rapat, yang beliau perjuangkan paling tidak meninggalkan kenangan manis," ucap Dedi.

Untuk siapa nanti pihak ketiga yang di tunjuk jelas dia, saat ini belum ada dan masih menunggu petunjuk beliau. "Rencananya rehap ruang rapat tersebut lengkap, anggaran yang di ajukan 190 juta  itu lengkap dari Plafon, meja, kursi dan Sound System," ujar Dedi.

Pantauan media ini terlihat plafon sudah diganti baru dan terlihat barang - barang yang ada diruang rapat berada diluar ruangan, bagesting (tiang besi dipergunakan memasang plafon masih ada diruang rapat.

Terpisah Miko Ferdi (27) tokoh muda banyuasin menilai, ada hal yang jangal menurutnya dari rehab ruang rapat dinas perpustakaan dan arsip daerah Banyuasin.

"Ada apa ini semestinya harus jelas, sebelum ada pihak ketiga yang ditunjuk untuk mengerjakan tentu belum bisa dikerjakan walaupun itu proyek penunjukan langsung (PL)," kata aktifis HMI ini. Senin (05/11)

Kan lucu cetus dia, kok yang katanya proyek belum dikerjakan tapi plafon sudah diganti. Anehnya lagi katanya CVnya juga belum ada yang mengerjakan. Nah ini sangat aneh. "Logikanya kalau sebagain sudah ada yang diganti itu artinya proyek itu sudah jalan," ungkap dia.

"Syukur kalau pengajuan dana rehat 190 juta diterima kalau di tolak gimana?, siapa yang mau bayar, artinya ini bisa dibilang dalam tanda kutip proyek "siluman", tegas dia. (Adm)

Post a Comment