BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.com- Penempatan calon penghuni rumah bantuan dari Kementrian PUPR yang berada di Bintang Campak Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III dipersoalkan, karena diduga masih ada yang tidak tepat sasaran hingga menyebabkan sejumlah warga harus gigit jari.

Soalnya dalam relokasi rumah yang dilakukan pihak Pemkab Banyuasin beberapa hari ini, diduga ada sembilan warga yang dinilai tidak berhak menerima bantuan 50 unit rumah tersebut. Hal itu diungkapkan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan.

Indo Sapri yang menyebut jika ada sejumlah warga yang tidak masuk dalam daftar penempatan 50 unit rumah bantuan yang telah ditetapkan oleh instansi terkait. Itu disebabkan ada sejumlah warga yang diduga tidak berhak menerima bantuan tapi diberikan bantuan rumah, hal ini membuat sejumlah warga merasa kecewa dan menuding pihak yang terkait ada kongkalikong.

“Kami minta instansi terkait turun kelapangan, untuk menanyakan langsung permasalahan ini ke warga supaya data yang berhak menerima bantuan lebih jelas dan sesuai sasaran,”kata dia. 

Pasalnya, penempatan calon penghuni rumah bantuan yang dilakukan Pemkab Banyuasin ini diduga tidak sampai kepada warga yang berhak menerimanya. Padahal, warga yang berhak menerima bantuan rumah ini awalnya terdaftar, tapi entah kapan verifkasinya, tidak termasuk dalam relokasi penempatan calon penghuni rumah di Bintang Campak.

“Warga protes karena ada sembilan warga yang diduga tidak tepat mendapat bantuan rumah tersebut. Sebab mereka sudah diluar domisili kawasan banjir dan juga warga yang tinggal satu rumah tapi dapat bantuan dua rumah, kan tidak adil,”jelas dia.

Dia berharap instansi terkait dalam hal ini Dinas Perkimtan Banyuasin dan Camat Banyuasin III segera menindaklanjut permasalahan yang dialami warga. Jika tidak ada respon, warga akan mengancam demo ke Pemkab Banyuasin.
“Kami dan warga Bom Berlian akan melakukan demo ke Kantor Bupati Banyuasin, jika tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat ini,”tegas dia.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Banyuasin Erwin Ibrahim mengatakan, dalam penempatan calon penghuni bantuan rumah sebanyak 50 unit rumah ini, Pemkab Banyuasin tidak dilibatkan. Informasi itu didapatkan, baik Bappeda dan dinas Perkimntan Banyuasin. 

“Jadi, kemungkinan penetapan calon penghuni rumah bantuan langsung dari Kementrian PUPR, sesuai usulan masyarakat setempat,”kata dia. (Adam)

Post a Comment