PRABUMULIH, KabaRakyatsumsel.com- Aksi massa yang mengatasnamakan Pedangang Pasar Prabumulih, Senin (26/11/2028)  mendatangi Kantor DPRD kota Prabumulih untuk memperjuangkan  hak-hak yang diduga dirampas Pemerintah Kota Prabumulih yang dianggap mereka kurang Pro dengan masyarakat khusunya pedangang

Menyikapi hal tersebut, ratusan pedangan datang langsung ke DPRD Kota Prabumulih untuk mempertanyakan bagaimana nasib mereka kedepan.

Pedagang diterima Ketua DPRD Kota Prabumulih, H.Ahmad Palo SE beserta anggota DPRD lainya, menyambut baik dan mendengarkan keluhan rombongan yang para pedagang.

Dalam tuntutan mereka para pedagang pasar Prabumulih, meminta untuk meninjau ulang kelayakan gedung pasar yang dianggap mereka kurang layak, dan kurang pro dengan para pedagang.

Azadin, salah satu warga yang dipercayakan oleh rombongan pedangan yang sempat dibincangi menyebutkan, agar tinjau ulang kelayakan gedung pasar tradisional  baik PTM1 maupun PTM 2. "Bangunan kedua PTM itu kurang layak kalau ingin difungsikan dari kios dan hal lainnya. Kenapa ada kesan kok seperti dipaksakan," jelasnya.

Ditanya hasil pertemuan para pedagang dan wakil rakyat, ia menyatakan ada beberapa poin yang disampaikan.

"Diantaranya kelayakan, penertiban, serta dimohonkan data ulang pembagian kios- kios," tambahnya

Sementara itu Ahmad Polo Ssaat di wawancara awak media menjelaskan, pihaknya sudah mendengarkan keluhan para pedagang dan akan membicarakan hal ini dengan Walikota terkait pembagian kios yang kurang layak.


" Untuk data pedangang sendiri yang awalnya hanya 700-an, dan kini menjadi  1900 kios, Insha Allah akan kami tertibkan, untuk sekarang kami tidak bisa bicara, karena datanya belum masuk dengan kami, kalau sudah ada, mari kita kawal bersama- sama," terang Palo. Menurutnya lagi, bagi pedagang yang sudah punyai kupon, silahkan saja namun jangan ditempati dulu.



"Asal kalian para pedagang kompak, kita bisa kuat, untuk mempertahankannya, yakinlah, kami para anggota dewan tidak bakal diam saja" tutup Palo.(tim)


Post a Comment